Sabtu, 21 Juni 2008

Kekuatan Sekaligus Kelemahan Pemilik Bisnis

Sebagai seorang Sales & Marketing Coach, saya sering bertemu dengan para pemilik bisnis untuk membicakan bagaimana cara meningkatkan omzet serta profit mereka. Dari sekian banyak perbincangan yang pernah saya jalani, saya menemukan suatu sifat khusus pada kebanyakan pemilik bisnis. Sifat inilah yang menjadi salah satu modal dasar mereka dalam berbisnis. Inilah kekuatan yang mereka miliki, yang membedakan mereka dari orang yang tidak memiliki bisnis. Tetapi kekuatan inilah sekaligus kelemahan mereka dalam jangka panjang dalam berbisnis. Tanpa menyadari sifat yang satu ini, seorang pemilik bisnis mungkin berhasil mencapai puncak tetapi kemudian mengalami kemunduran dalam jangka panjang.

Apakah sifat khas dari para pemilik bisnis tersebut? Jawabannya adalah "Keyakinan diri yang sangat tinggi". Dengan keyakinan bahwa apa yang mereka jalankan akan berhasil, mereka bisa mencapai kesuksesan dalam bisnis mereka. Tetapi seringkali keyakinan diri yang sangat tinggi ini jugalah yang membutakan mereka, merasa apa yang mereka ketahui dan jalankan adalah yang paling benar, tidak mau membuka diri terhadap informasi atau pendapat orang lain. Mereka seolah-olah memakai kacamata kuda, hidup dalam kesuksesan di masa lalu.

Pemilik bisnis yang pernah mengecap kesukesan dan sekarang ini mengalami kemunduran, seringkali tetap ngotot dan yakin bahwa apa yang mereka lakukan itu benar. Mereka selalu bercermin pada kesuksesan masa lalu dan tidak menyadari bahwa masa lalu tidak sama dengan masa sekarang dan masa sekarang tidak sama dengan masa datang. Mereka seolah-olah terhipnotis oleh kesuksesan yang mereka bangun di masa lalu dan belum menyadari bahwa sekarang telah berubah, dan merekapun harus berubah jika tidak mau terdepak dari bisnis.

Inilah salah satu tugas yang paling berat di dalam melakukan coaching, membuat para pemilik bisnis menyadari telah terjadi perubahan dan mereka dituntut untuk turut melakukan perubahan. Bagaimana merubah pola pikir ini merupakan landasan bagi kesuksesan seorang pemilik bisnis.

Semoga tulisan ini dapat membuat anda merenung, melihat kembali apakah masa sekarang masih sama dengan masa lalu. Jika anda menyadari bahwa sekarang telah berubah, anda masih dapat melakukan perubahan karena masa depan berbeda dengan masa sekarang.

Untuk informasi mengenai seminar* serta melihat artikel-artikel lain yang dapat menginspirasi anda untuk meningkatkan penjualan bisnis anda, silakan kunjungi www.omzetter. com <http://www.omzetter .com/>


Salam Omzetter.

Norman Firman MBA
Sales & Marketing Coach

Kapan Datangnya Sebuah Alasan?

Banyak orang yang kreatif. Buktinya saat mereka tersudut mereka mampu menyebutkan 1001 alasan untuk menutupi kesalahan mereka. Begitu juga saat mereka gagal melakukan sesuatu mereka pandai mendapatkan alasan. Bahkan saat mereka tidak mau melakukan sesuatu mereka juga jago mengatakan alasan untuk tidak melakukannya padahal apa yang harus mereka lakukan itu adalah untuk kebaikan mereka. Namun ada sesuatu yang mungkin membuat Anda tercengang tentang kapan datangnya sebuah alasan.

Mungkin Anda tidak akan setuju. Mungkin artikel ini bisa disebut kontroversi. Namun inilah kenyataanya yang perlu Anda ketahui jika Anda ingin memperbaiki diri sendiri. Kebanyakan orang menyangka alasan yang mereka buat adalah datang sebelum tindakan. Tahukah Anda, bahwa alasan itu justru datang setelah keputusan atau tindakan dibuat. Sekali lagi bukan sebelumnya.

Alasan itu muncul sebagai pembenaran atas tindakan dan keputusan yang telah Anda ambil. Bisa saja alasan yang dikatakan itu benar tetapi bisa juga salah. Namun baik alasan itu benar atau salah, datangnya setelah keputusan atau tindakan yang Anda ambil. Sebenarnya Anda sudah memiliki pemicu keputusan dan tindakan yang sudah ada didalam diri Anda jauh sebelum alasan tersebut Anda buat.

Apa itu? Tindakan dan keputusan Anda sebenarnya sudah memiliki picu utama yang berada dalam pikiran bawah sadar Anda. Anda memiliki suatu pola pikir atau mindset, nah keputusan dan tindakan Anda sebenarnya diarahkan oleh pola pikir Anda yang berada dipikiran bawah sadar. Tindakan dan keputusan Anda akan sesuai dengan pola yang sudah ada.

OK, mungkin Anda bisa mengubah suatu keputusan. Misalnya Anda sudah memutuskan tidak akan membeli suatu produk, kemudian Anda membaca penjelasan tentang produk tersebut dan Anda mengubah keputusan menjadi membelinya. Tetap saja keputusan Anda menjadi membeli produk tersebut digerakan oleh pikiran bawah sadar Anda. Saat Anda membaca penjelasan produk tersebut kemudian Anda mengikutinya karena dua kemungkinan:

  1. Penjelasan tersebut sebenarnya sudah sesuai dengan pola pikir Anda sehingga bisa Anda terima dan masuk ke dalam pikiran bawah sadar memperkuat pola pikir yang sudah ada sehingga Anda membeli produk tersebut. Jika awalnya Anda menolak, karena belum semua informasi tertangkap oleh pikiran bawah sadar
  2. Yang kedua, bisa jadi penjelasan tentang produk tersebut mampu memodifikasi pola pikir yang ada dalam pikiran bawah sadar Anda. Sehingga terbentuk suatu pola pikir baru yang memungkin Anda untuk membeli produk tersebut.

Kalau disimpulkan ialah semua keputusan dan tindakan Anda berdasarkan pola pikir yang ada dalam pikiran bawah sadar Anda. Pola pikir ini akan membentuk suatu mekanisme otomatis dalam diri Anda. Bisa memicu mekanisme sukses otomatis bisa juga mekanisme gagal otomatis, tergantung pola pikir Anda. Agar mekanisme yang muncul adalah mekanisme sukses otomatis, maka Anda harus memastikan bahwa pikiran Anda memiliki pola pikir yang positif atau indah (Beautiful Mind).

Mekanisme yang mana yang bekerja pada diri Anda saat ini?


JANGAN BERKUTAT PADA FORMALITAS

Banyak orang yang terperangkap dalam formalitas dalam menjalankan usaha yang baru dirintisnya. Misalnya, mereka ingin usaha tersebut bernaung di bawah bendera/payung PT (Perseroan Terbatas), kantor yang bagus berikut fasilitas yang bagus, jajaran staf yang siap membantu, termasuk sekretaris lulusan sekolah sekretaris ternama untuk menambah prestise. Buntutnya, usaha terlunta-lunta karena energi dan modal tersedot untuk mewujudkannya. Seperti kita ketahui biaya mendirikan sebuah PT (Perseroan Terbatas) adalah mahal, maklumlah memang ada anggapan di masyarakat bahwa jika seseorang memiliki PT (Perseroan Terbatas) artinya ia orang yang kaya dan bisnisnya bisa dikatakan besar, apalagi sampai mempunyai 2 atau 3 PT (Perseroan Terbatas) yang tercetak di kartu nama, artinya ia lebih sukses. Itu anggapan yang salah!!!, justru bagi saya ini akan jadi boomerang bagi Anda.., saya katakan begitu karena apabila Anda sudah mempunyai sebuah PT (Perseroan Terbatas) dapat saya
ibaratkan PT
(Perseroan Terbatas) tersebut adalah seekor sapi, yang mana walau sapi itu belum/tidak mendatangkan uang Anda harus terus memberinya makan dan minum. Nah jika Anda sudah membuka sebuah PT (Perseroan Terbatas) Anda tetap harus mengeluarkan biaya setiap bulan/tahun untuk urusan dengan instansi-instansi terkait walau perusahaan Anda belum beroperasi.

Justru bagi saya formalitas seperti itu justru menjadi nomor paling akhir dari sebuah kesuksesan, bukan sebaliknya. Apalagi usaha yang akan Anda rintis adalah usaha kecil dan menengah, yang tentunya lebih membutuhkan modal untuk membuat produk daripada mewujudkan formalitas. Lebih baik Anda bekerja keras dan meraih sukses terlebih dahulu, baru menjadikannya formal. Salah satu contoh adalah Estee Lauder sempat berjualan door to door. Di awal usaha, ia pantang menyerah saat ditolak atau dihina. Dengan usaha keras dan motivasi kuat, akhirnya ia dapat mewujudkan impiannya tanpa harus mendirikan kantor bagus berfasilitas lengkap.

Enterpreneur atau Pengusaha?

Jadi Enterpreneur atau Pengusaha?


Apakah beda pengusaha dan enterpreneur? Anda ingin jadi pengusaha atau enterpreneur?

Dalam beberapa artikel yang saya baca (dan yang saya pahami), memang ada perbedaan signifikan antara sekedar pengusaha, atau enterpreneur. Dalam beberapa kasus bahkan seorang enterpreneur menurut saya tidak melulu jadi pengusaha (atau jadi orang kaya). Nah, apakah seorang pedagang termasuk juga enterpreneur?


Dalam banyak kesempatan, tulisan, berita atau acara banyak disampaikan bahwa kemajuan sebuah negara amat tergantung dari para enterpreneurnya. Wakil presiden Yusuf Kalla malah sering menyampaikan dalam banyak kesempatan agar jumlah saudagar diperbanyak di negeri ini agar negeri kita lebih cepat berkembang dan maju. Bagaimana korelasinya?

Selengkapnya silakan baca disini : http://segerhasani. wordpress. com/2008/ 04/27/ingin/

Mohon komentar dan kritikannya yang membangun. Thx.

Seger Hasani
------------ --------- --------- ---

Diamlah, atau berbicara jika ada manfaatnya. Senyumlah, jika memang bisa membahagiakan orang lain.

KATA KATA MUTIARA

Perkataan itu dapat menembus apa yang tidak dapat ditembus oleh jarum

Lidah itu bagaikan seekor binatang buas bila dilepas pasti menerkam

Bila seseorang berbicara berhati-hatilah untuk mengucapkan sesuatu karena bila terlepas untuk mengucapkan sesuatu dapat menyakiti seseorang bila ia tidak terkontrol

Perbuatan baik mencegah ucapan yang tidak baik
Nilai amal ditentukan oleh akhirnya
Manusia dinilai dari dua anggotanya yang kecil; hati dan lidahnya
Orang yang berilmu itu mulia walaupun masih muda
Orang bodoh itu hina walaupun sudah tua
Ilmu itu masuk kedalam hati orang yang perutnya tidak Kekenyangan dan tidak pula kelaparan

Kesungguhan adalah barang dagangan yang menguntungkan
Apabila kita mengerjakan suatu pekerjaan dengan penuh kesungguhan tentu akan mendapatkan hasil yang maksimal dan pasti menguntungkan bagi orang yang bersungguh-sungguh

Ahlak adalah gambaran hati dan akal

Penyabar itu dikendalikan oleh si tolol
Orang yang bodoh menganggap kesabaran seseorang itu sebagai kekalahannya, oleh karena itu ia berlaku tidak pantas terhadapnya dan tidak sopan. Yang artinya sesorang yang bertindak sembarangan dan seenaknya terhadap orang yang penyabar ia pasti orang yang pendek akalnya dalam berpikir.

Barang siapa yang berkhianat akan hina
Jika ingin menjadi orang yang mulia hargailah diri sendiri jangan mengkhianati orang lain

Barang siapa yang tidak menjadi srigala akan dimakan oleh srigala dan diseret musang
Bangsa (kaum) yang sangat lemah yang tidak pernah menampakkan giginya sebagai kekuatan, yang akhirnya akan diterkam dan diolok oleh bangsa (kaum) lain. Untuk tidak menjadi mangsaan dan olokan, kita harus menyusun kekuatan untuk menghadapi serangan dari pihak lain

Bersatu adalah pangkal keberhasilan
Kekuatan untuk menjadi kompak dibutuhkan adanya kesatuan sehingga kekuatan akan menjadi keberhasilan contoh sapu lidi.

Budi pekerti seseorang itu lebih baik dari pada emasnya
Bencana ilmu itu lupa
Awal orang marah itu gila dan akhirnya penyesalan
Perhatikanlah apa yang diucapkan dan janganlah memperhatikan siapa yang mengucapkan
Lihatlah yang berhasil dan janganlah kamu mencontoh yang gagal

The Greatest Salesman In The Word

OG Mandino menulis bahwa ada sepuluh nasehat agar memperoleh usaha yang berhasil yaitu:

1. Today I begin a new life
bersemangatlah bahwa hari ini kita memulai hidup baru

2. I will greet this day with love in my heart
Sambutlah hari ini sebagai hari yang baru dan penuh cinta

3. I will persist until succeed
Kuatkan tekad untuk berupaa dan berjuang sampai berhasil

4. I am nature’s greatest miracle
Sadarilah bahwa kita adalah mukjizat alam terbesar

5. I will live this day as if it is my last
Berbuat dan bekerjalah sebaik mungkin seolah-olah hari ini hari terakhir bagi kita

6. Today I will be master over my emotion
Kuasailah emosi pribadi dan senantiasa berfikir positif


7. I will laugh at the word
Percayalah pada diri sendiri bahwa kita bias dan mampu sehingga memiliki keberanian untuk tertawa pada dunia

8. Today I will multiply my value a hundred fold
Lipat gandakanlah seratus kali nilai atau prestasi kerja kita hari ini

9. I will act now, all are of no value unless followed by action
Kerjakanlah dan selesaikanlah pekerjaan hari ini

10. Today I will call in faith to my god and pray for guidance, unceasingly
Akuilah bahwa semua prestasi, kesuksesan dan kemudahan dan lainnya bersumber dari pada Allah SWT (Tuhan yang maha esa), untuk itu berdoalah dan minta bimbingan dan bantuanNYA

Berani Mencoba

Alkisah, seorang pembuat jam tangan berkata kepada jam yang sedang dibuatnya. "Hai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetak paling tidak 31,104,000 kali selama setahun?" "Ha?," kata jam terperanjat, "Mana sanggup saya?"

"Bagaimana kalau 86,400 kali dalam sehari?" "Delapan puluh ribu empat ratus kali? Dengan jarum yang ramping-ramping seperti ini?" jawab jam penuh keraguan.

"Bagaimana kalau 3,600 kali dalam satu jam?" "Dalam satu jam harus berdetak 3,600 kali? Banyak sekali itu" tetap saja jam ragu-ragu dengan kemampuan dirinya.

Tukang jam itu dengan penuh kesabaran kemudian bicara kepada si jam. "Kalau begitu, sanggupkah kamu berdetak satu kali setiap detik?" "Naaaa, kalau begitu, aku sanggup!" kata jam dengan penuh antusias.

Maka, setelah selesai dibuat, jam itu berdetak satu kali setiap detik. Tanpa terasa, detik demi detik terus berlalu dan jam itu sungguh luar biasa karena ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti. Dan itu berarti ia telah berdetak sebanyak 31,104,000 kali.

Renungan :

Ada kalanya kita ragu-ragu dengan segala tugas pekerjaan yang begitu terasa berat. Namun sebenarnya kalau kita sudah menjalankannya, kita ternyata mampu. Bahkan yang semula kita anggap impossible untuk dilakukan sekalipun.

Jangan berkata "tidak" sebelum Anda pernah mencobanya.

Kata Bijak :
Ada yang mengukur hidup mereka dari hari dan tahun. Yang lain dengan denyut jantung, gairah, dan air mata. Tetapi ukuran sejati di bawah mentari adalah apa yang telah engkau lakukan dalam hidup ini untuk orang lain. (Confucius)

5 Langkah Membuka Pintu Kreatifitas

Seringkali kita menyebut seseorang yang pandai menulis atau berhasil membuahkan hasil karya seni lukis, sebagai seorang yang kreatif. Namun sebenarnya, yang disebut kreatifitas sejati, lebih baik dari apa yang dapat kita definisikan. Pada dasarnya, kreatifitas tak hanya dapat dilihat dari inovasi yang diciptakan oleh seorang penemu yang giat menciptakan hal-hal baru. Bahkan, kemampun mengatur waktu bagi seorang ibu yang memiliki tiga anak, juga dapat disebut kreatifitas. Jadi, sebenarnya kita semua dapat jadi seorang yang kreatif asalkan tidak menutup pintu kreatifitas kita sendiri. Berikut kami sampaikan lima langkah agar kita dapat membuahkan kreatifitas.

Langkah Pertama – Buat pilihan untuk jadi kreatif. Pertama, Anda harus menghapus pandangan tentang kretaif yang telah tertanam dalam kepala Anda, sebab, kalau masih memikirkan kreatif dalam artian sempit, akan sulit bagi Anda untuk membuka pintu kretifitas. Bangun tekad dalam pilihan Anda ini dan petakan definisi kreatif dari diri Anda sendiri, sertai pula dengan semua kriterianya guna mempermudah pencapaian. Ekspresikan kreatifitas Anda dalam salah satu saluran tradisional (seni, musik , puisi dsb), atau lebih bagus lagi jika Anda menemukan cara baru Anda sendiri.

Langkah Kedua – Perluas cakrawala Anda. Kreatifitas biasanya tak datang dari wilayah yang telah Anda kenal. Menumbuhkan imajinasi kadangakala mengharuskan kita untuk memperluas cakrawala, namun seringkali untuk memulainya, kita tak pernah mengambil resiko keluar dari zona aman kita sendiri. Anda mungkin bisa memulai dengan mengunjungi tempat-tempat yang berbeda, misalnya mengunjungi kota yang berbeda, atau bahkan toko atau tempat makan yang berbeda dari biasanya. Pelajari sesuatu yang baru. Kalau perlu ikutlah kursus dan bangun ketrampilan dalam bidang yang berbeda. Dan itu semua akan merangsang daya imajinasi Anda untuk berkreasi.

Langkah Ketiga – Buatlah langkah berani. Salah satu bagian dalam mengeksplorasi kreatifitas adalah mengambil sebuah kesempatan dan berani bertindak. Sisi tambahannya, ada banyak aturan di sini, jadi semua usaha tak akan sia-sia dan membawa keutungan.

Langkah Keempat – Harapkan sedikit kegagalan....dan jadikan dorongan untuk maju. Salah satu alasan utama menutup pintu kreatifitas adalah adanya ketakutan akan kegagalan. Sekali jatuh, atau bahkan mungkin beberapa kali, tak membuat Anda lebih nyaman dalam meghindari kegagalan. Jika ini benar, tak satupun dari kita yang melakukan usaha belajar berjalan. Banyak dari inovasi mengagumkan di dunia ini bermula dari 'kegagalan.' Bahkan Thomas Edison harus melakukan usaha 50.000 kali hingga ia berhasil menemukan baterei alkalin yang masih kita gunakan hingga kini.

Langkah Kelima – Kenali pencapaian Anda. Seringkali, kita semua melakukan kreatifitas atau membuat sesuatu yang baru, dan saat seseorang memberi pujian, kita lebih senang mengelaknya. Jangan memandang rendah setiap hasil yang Anda capai, bahkan meskipun itu hanya sedikit peningkatan. Jika Anda terus mengelak hasil usaha yang Anda capai, itu dapat menutup pintu kretifitas Anda. Jika Anda membuat sebuah kemajuan, yakinkan Anda menghargaiitu, bahkan kalau perlu rayakan bersama teman atau keluargaSource : KapanLagi.com

5 Kesalahan Umum di Bisnis

Ada lima kesalahan yang dilakukan dalam bisnis: meremehkan modal, meremehkan komitmen, tidak ahli, tidak peduli terhadap nilai produk dan tidak mendelegasikan.
Tak ada seorang pun yang sempurna. Kalimat macam ini hampir semua orang mengetahui. Tapi, banyak di antara mereka melakukan beberapa kesalahan padahal, sukses dalam bisnis, bagaimana meminimalisasi membuat kesalahan. lngat saja, profesional yang sukses di bisnis, berusaha tidak melakukan kesalahan. Apalagi membiarkan kesalahan itu, hingga menggerogoto imipiannya.

Karena itu, seperti ditulis oleh Sam Silverstein dalam online entreprenuer, menyebut ada lima kesalahan dalam membangun sebuah bisnis. Sam dikenal sebagai konsultan bisnis yang banyak menulis buku. Berikut pandangannya tentang lima kesalahan tersebut:

1. Meremehkan modal
Dalam memulai dan membangun bisnis, tentu dibutuhkan sejumlah modal. Sebab tak ada seorangpun tahu kapan persisnya bisnis itu profit. Artinya, seluruh proyeksi penjualan dan financial tidak akan berguna jika satu hari saja Anda tidak memiliki uang. Jadi, buatlah kemungkinan skenario terburuk. Lalu, bertemulah dengan banyak orang, belajarlah dari kekeliruan mereka, terutama tentang pengalaman mereka mendatangkan suntikan modal. Ataupun sumber-sumber pembiayaan. Alangkah baiknya, persiapkan modal yang melebihi kebutuhan anda. Dengan begitu. bisnis tetap terjaga.

2. Meremehkan komitmen
Sukses ditentukan sejauh mana komitmen Anda? Tentu saja, setiap orang, selalu melakukan apa saja demi kesuksesan. Ternyata, banyak orang berhenti saat mendapatkan cobaan. Di sinilah pentingnya kekuatan mental dan emosional yang membuat Anda tetap bertahan.
Karena itu. Peliharalah emosional, tetaplah pada komitmen, misal bekerja keras walaupun dampaknya terlihat masih kecil. Atau lakukan pengorbanan pribadi dalam bekerja? Maka temuilah mentor atau konsultan lain yang berpengalaman Semenit pun jangan berpikir itu mudah bagi Anda.

3. Tidak ahli
Mereka yang gagal di bisnis, secara sederhana karena tidak memiliki keahlian. Memang, mereka mengetahui tentang seluk beluk produk. Tapi, soal penjualan, pelayanan, akunting, manajemen, keterampilan mereka masih minim. Bukan rahasia lagi, mereka yang terjun ke bisnis berangkat dari kegemaran terhadap produk atau jasa tertentu. Tapi, mereka tidak punya pengalaman dan ahli dalam bisnis.
Makanya, siapkan uang dan waktu untuk pengetahuan produk. Ini bias diperoleh lewat universitas, konsultan maupun asosiasi perdagangan. Pendidikan adalah kunci terakhir melanjutkan pertumbuhan dan sukses bisnis Anda.

4. Tidak peduli nilai produk
Apa nilai dari produk dan lasa Anda? Umumnya mereka meremehkan nilai sebuah produk. Bahkan, dalam beberapa kasus, kalangan profesional juga salah Persepsi terhadap nilai riil produk dan jasa. Padahal, semakin besar nilai produk tersebut kian besar kesempatan membangun bisnis yang fantastis. Nilai produksi baru bertambah baik lagi, bila dapat memenuhi kebutuhan potensi klien (konsumen). Apalagi bila produk itu dapat memecahkan problem kebutuhan klien, dan intensitasnya makin tinggi, itu adalah sebuah track record yang baik.

5. Tidak Mendelegasikan
Sebagai entrepreneur, paling penting jangan sampai aktivitas dan tugas harian Anda, mengurangi produktivitas. Disini, lakukanlah apa yang menurut Anda terbaik. Misal, apakah nilai waktu Anda? Apakah itu yang Anda lakukan, atau Anda dapat melakukan lebih baik dibanding orang lain? Atau, Anda dapat Melatih orang lain untuk melakukannya? Anda hanya dilibatkan dalam aktivitas yang hasilnya tinggi, aktivitas yang hanya Anda dapat melakukannya atau aktivitas yang dapat mengembalikan porsi terbesar waktu Anda. Jadi, delegasikan segala sesuatunya. Ini jadi salah kunci terpenting dalam membangun sebuah perusahaan yang sukses.

Jadi, pikirkanlah itu. Bila Anda mengabiskan 10 persen waktu terhadap aktivitas yang ringgi. Bagaimana pertumbuhan itu berjalan cepat? Apa yang terjadi, jika Anda mendelegasikan sehingga menghabiskan waktu 70 persen atas aktivitas yang hasilnya tinggi? Jadi, lihatlah daftar harian tugas Anda untuk membuat sebuah perubahan. Sekarang, lakukanlah itu, jangan ditunda-tunda lagi.


Mengatasi Hambatan Penjualan

Mayoritas orang tidak suka diberi penawaran. Mereka memiliki perlawanan dari dalam terhadap salesman. Bahkan, jika mereka bisa memilih, mereka akan memilih untuk tidak pernah ditelpon oleh salesman.

Jangan panik. saya bebicara secara garis besar. Jangan berpikir bahwa tidak ada seorangpun yang suka diberi penawaran ataupun bahwa semua calon pelanggan akan melawan anda. Anda tidak boleh menyimpulkan bahwa Anda secara otomatis akan ditolak setiap kali anda menelpon untuk menjual. Jika Anda melakukan pekerjaan dengan baik, akan ada lebih banyak orang yang membeli barang atau jasa Anda sehingga Anda bisa menikmati sukses besar dalam karir penjualan.

Mari saya jelaskan lebih lanjut, hal terakhir yang ingin saya lakukan adalah memulai buku ini dengan membangkitkan pemikiran negatif mengenai penjualan. Namun, penting bagi kita untuk bisa memiliki satu pemikiran. berlawanan dengan apa yang diceramahkan oleh beberapa manajer penjualan, kita tahu bahwa orang tidak suka salesman yang agresif dan memaksa dan menyelinap masuk ke rumah dan kantor mereka seperti pereman. Bahkan, kebanyakan orang jauh-jauh menghindari pengalaman itu. Jadi jangan memiliki ilusi yang salah bahwa banyak orang diluar sana menyambut dan menunggu kedatangan Anda untuk menawari mereka dengan produk anda. Penjualan tidaklah seprti itu dan tidak akan pernah seperti itu. Penjualan tidak seharusnya berjalan seperti itu. Jika penjualan berjalan semudah itu, kedudukan Anda akan turun menjadi pengirim pesanan dan perusahaan Anda akan mengurangi komisi Anda.

Saya yakin bahwa pendekatan yang realistis terhadap penjualan harus diambil dan dengan hal ini dalam pikiran Anda, Anda harus paham bahwa orang memiliki beragam alasan untuk penolakan penjualan. Untuk mengatasi hambatan itu, Anda lebih baik memahami jalan pikirannya.

Citra Yang Buruk

Mari kita hadapi saja. walaupun banyak salesman profesional di dunia saat ini, kita yang bekerja dibagian penjualan memiliki kesan umum yang buruk. Apa yang ada dalam pikiran Anda saat Anda memikirkan salesman yang "tipikal"? Sama dengan Anda, bahkan saya juga memiliki adanya gambaran mental seorang pria yang berisik dan memakai setelan kotak-kotak dalam perjalanannya kearena balap. Anda tahu tipe ini, orang yang cepat dengan lidah bercabang. Jika saya berpikir seperti ini, bayangkan apa yang dipikirkan orang lain.

Sayangnya, sudah menjadi bagian dari budaya kita untuk melihat saleman sebagai orang yang ceroboh dan penuh siasat - hal ini dimulai ketika tukang-tukang obat penjual minyak ular kepada para penduduk peritis dari Barat. "saya akan menunjukan apa yang akan saya lakukan!" adalah kata-kata yang mereka teriakan dan bangsa yang penuh teriakkan dan bangsa penuh kewaspadaan dan kecurigaan segera menyadari bahwa salesman jarang menepati janji mereka. Kata latin caveat emptor("biarkan waspada") dituliskan dalam buku teks lama untuk memperingatkan agar tidak mempercayai salesman. Citra penjaja minyak ular tersebut makin diperkuat dengan penggambaran dipanggung dan layar film sebagai karakter yang berbicara cepat, suka membanyol dan sebaliknya lusuh dan menjengkelkan. Bahkan salah satu pemain sandiwara terbaik di negara Amerika, P.T. Barnum, dikutip atas ucapannya, "selalu ada orang berengsek yang lahir tiap menit."Sementara barnum, dengan ketenaran Barnum & Bailey Circus-nya , menyangkal keras telah membuat pernyataan itu, frase tersebut selalu digunakan hingga saat ini. Sepengetahuan saya, tidak ada salesman di masa lalu yang bisa di gunakan sebagai contoh panutan yang positif bagi generasi muda.

Saya tidak bermaksud untuk memberi penilaian citra yang bertahan itu ada karena fakta atau mitos. Bagaimanapun, saya tahu bahwa orang-orang yang menjadi pendahulu kita dalam bidang penjualan mewariskan banyak sekali rintangan yang kita hadapi. Misalnya, dibidang saya khususnya, rumah dijual sama seperti kuda pada seratus tahun yang lalu. Bahkan, orang Amerika masih "berjual-beli kuda" ketika membeli rumah. pada saat ini, tidak banyak orang yang membeli rumah sesuai dengan harga yang di tetapkan. Padahal, dihampir semua bidang penjual ritel lain, harga yang di tetapkan tidak bisa dinegosiasi. Tapi, sudah menjadi tradisi Amerika untuk menawar harga rumah-dan jika tawar menawar harga diluar kemampuan Anda, Anda pasti akan hancur. Saya menyebutkan bisnis rumah agar Anda tahu apa yang saya hadapi. Saya harus mengatasi banyak halangan yang berhubungan dengan kesan buruk salesman rumah. Secara pribadi, saya belajar untuk menghindari rintangan agar saya tidak tersandung. Rintangan yang sama tersebut kemudian bisa menjadi tantangan bagi persaingan saya. Saya percaya bahwa salesman yang baik harus menghadapi semua keadaan yang merugikan dan mengubahnya menjadi tantangan yang kemudian menjadi keuntungan. Jadi, ketika orang datang keruang pamer saya dengan penuh waspada, berjaga-jaga bertemu salesman yang licik dan penuh tipu daya, tapi saya yang akan menunjukan kesan yang amat jauh berbeda dari apa yang antisipasi.Itu karena saya ingin membantu mereka dan saya ingin menjual sesuatu yang bagus pada mereka. Ketulusan dan keyakinan saya tampak dan penolakan mereka terhadap penjualan segera hilang. Oleh karena itu, saya dipandang sebagai seseorang yang berbeda. "Anda, Anda tidak seperti salesman yang lain. Saya suka berbisnis dengan Anda."

Jadi, citra buruk yang dimiliki orang terhadap salesman tidak perlu menjadi kesan yang mereka miliki terhadap Anda. Jika Anda mampu mengubah citra itu, keadaan akan menguntungkan Anda karena Anda naik satu tingkat lebih tinggi di atas pesaing Anda.

Hubungan Antara Kita/Mereka

Seringkali, presentasi penjualan menjadi lomba antara penjual dan pembeli. Kedua Pihak saling beradu. Jika salesman berhasil menjual, ia menang dan pembeli kala.Begitu juga sebaliknya. Dengan kata lain, sebuah hubungan "kita vs mereka" muncul dimana salesman dipandang sebagai musuh, bukannya rekan satu tim atau sekutu.

Seringkali, calon pelanggan beranggapan bahwa salesman bekerja untuk memanfaatkan mereka sehingga mereka bersikap defensif dan selama presentasi, mereka memusatkan perhatian pada bagaimana cara menolak penjualan itu. Hal itu menjadi persoalan pertahanan diri.Mereka tidak mau direkayasa agar mau membeli, walaupun mereka benar-benar memerlukan produk itu dan akan mendapat nilai yg luar biasa jika membelinya.

Sedihnya, banyak salesman yg juga menganggap penjualan sebagai peperangan dimana selama itu mereka harus bertarung kepintaran melawan calon pelanggan dan jika mereka sukses, mereka menang. Mereka memandang bidang penjualan sebagai permainan menang-kalah. Bagi orang-orang ini, penjualan dipandang sebagai penaklukan. Mereka menjadi pemenang dan pelanggan yang takluk.

Sebenarnya, saya tidak bisa menemukan skenario yang lebih buruk dari ini. Jika Anda memposisikan diri Anda sebagai lawan calon pelanggan, Anda bekerja melawannya, bukan dengannya . Ingat bahwa Anda berdua adalah satu tim dan jika penjualan tercipta, baik penjual maupun pembelinya menang.

Anda harus memikirkan bagaimana Anda bisa membantu calon pelanggan Anda dengan cara membimbingnya untuk membuat keputusan yang tepat. Tiap kali seorang memasuki ruang pamer dealer saya, saya memandangnya sebagai peluang untuk membantu seseorang dalam membeli rumah. Saya selalu yakin bahwa karena alasan itulah orang masuk ke kantor saya.

Ambil contoh, misalnya,seorang salesman industri yang menjual mesin peralatan berat kepada perusahaan-perusahaan besar. Ia harus memandang hubungannya dengan pelanggannya sebagai hubungan perkongsian. Ia memandang penjualan tidak sekedar sebagai suatu keadaan sekali kunjungan. Dalam suatu kurun waktu, ia mengembangkan pemahaman setiap pelanggan sehingga tercipta hubungan jangka panjang yang kokoh.

Bila salesman tersebut menjual alat-alat mesin yang bernilai beberapa juta dolar, orang-orang tenaga pemasaran dan teknisi dari perusahaannya harus ikut ambil bagian dalam usaha penjualannya. Para insiyur perusahaan itu mungkin juga harus berminggu-minggu berada di tempat pelanggan untuk menata peralatannya dan merancang instalasinya. Mereka juga harus memberikan rekomendasi jaminan selama jangka waktu tertentu. Penjualan yang semestinya mencangkup ratusan jam yang harus digunakan oleh orang-orang yang terlibat dalam penjualan untuk berkerja bersama orang-orang yang terlibat dalam perusahaan pembeli. Pada akhirnya, pelangan merasakan bahwa kedua pihak telah bekerja secara patungan untuk kepentingannya. Bila hal ini dapat tercapai, terjadilah tingkat kepuasan pelanggan yang tinggi.

Dengan cara yang sama, agen real estate atau otomotif komersial menciptakan perasaan seperti itu bagi kliennya. Begitu juga yang dapat dilakukan oleh para pialang saham dan agen asuransi jiwa. Tidak jadi masalah apa yang anda jual. Kalau anda ingin betul-betul melayani pelanggan anda, pelanggan tersebut akan mengetahuinya dan anda akan dapat mengatasi perlawanan terhadap penjualan. Saya yakin bahwa kondisi penjualan seperti ini harus dikembangkan terlebih dahulu dalam pelaksanaannya. kalau anda tidak dapat melakukannya, anda akan menemukan lawan dan anda akan berada dalam peperangan yang sesungguhnya bila saat penutupan penjualan tiba. Dalam segala kemungkinan, hasilnya ialah peperangan yang tidak ada pemenangnya.

Pengalaman Buruk Sebelumnya Bersama Salesman

Semua orang pernah memiliki pengalaman buruk dalam menghadapi salesman yang tidak propesional, tidak sensitif, suka merekayasa, bermuka dua dan suka menipu. Mungkin kata-katamya kasar, Walaupun tepat. Cepat atau lambat, Semua orang akan berlawanan dengan salesman seperti itu yang mendamprat sebagian dari kita.

Lebih-lebih, taktik mereka yang busuk dan menyebabkan banyak calon pelanggan yang khawatir dan malu-malu bila dikunjungi salesman yang profesional sekalipun. Anda harus menyadari bahwa orang tidaklah secara naluri melawan salesman dan jelas tidak dilahirkan dengan sifat seperti itu.

Saya tidak berbeda dengan yang lain. Saya pernah bertemu muka dengan salesman yang menjengkelan, suka memaksa, dan menakut-nakuti saya agar membeli produk mereka. Saya pernah ketipu penjualan yang menawarkan barang-barang yang praktis tidak masuk akal. Jika saya bisa menjadi korban orang yang bicaranya cepat dan menguasai pembicaraan, anda lebih baik mempercayai saya bila saya memberitahu Anda bahwa semua orang orang telah mendapat pengalaman serupa.

Namun begitu, semuanya relatif. Jadi, lakukan nasihat saya dan balikkan keadaan. Cipta atmosfir yang membuat calon pelanggan menganggap Anda menyenangkan, imformatif dan profesional. Bayangkan betapa menyenangkan keadaan itu bagi calon pelanggan yang sudah berjaga-jaga menghadapi gertakan dan kata-kata yang berbelit-belit. Pengalaman buruk calon pelanggan yang sebelumnya membuat kita, orang-orang yang baik, terlihat lebih baik! Oleh karena itu karena saya menyuruh orang-orang "menikmati pengalaman berbisnis dengan Saya", mereka langsung tahu persis apa yang saya maksud.

Sebagian Besar Salesman Memiliki Sikap Dan Pemikiran Negatif

Hal itu benar. Mayoritas salesman tidak ingin menutup penjualan. Otak mereka telah terhantem beberapa kali sehingga mereka betul-betul terkejut bilamana mereka berhasil.

Saya heran melihat para salesman lain pada agensi rumah tempat saya bekerja berkerumun mengobrol bersama setiap pagi. Itulah yang saya maksudkan dengan "gelanggang orang tolol" karena alasan seperti itu. Saya adalah pemain tunggal dan menjaga diri saya sendiri. Seperti halnya Ted Williams yang juga pemain tunggal-pemain baseball terakhir yang telah memukul 0,400.

Kalau saya tiba dikantor,saya tidak bertujuan untuk membuang waktu dengan mengobrol bersama salesman-salesman rumah yang lain. Apalagi, tidak akan membeli rumah saya! Disamping itu, saya bangun pagi tidak untuk mengobrol. saya tidak punya waktu untuk mendengarkan gurauan mereka dan saya tidak makan siang bersama mereka.

Bisnis saya adalah menjual rumah, saya tidak ingin mendengarkan salesman lain mengomel sepanjang hari. Tapi saya tidak tahan mendengar mereka begitu. Beberapa pelanggan berjalan menuju keruang pamer dan seorang salesman lalu berkata pada temannya. "Tolong layani orang itu, saya tidak mau. Ia hanya ingin melihat-lihat saja." Seorang salesman memandang dan menyeletuk, " Oh, ia mengajak istrinya yang tua. Ini pertanda jelek. " Yang lain berkata ,"Lihat pengemis ini. Beli mantel yang pantas saja ia tak mampu. "Pelanggan yang lainnya lagi rambutnya sangat panjang. Satunya lagi tampaknya termaksud kelompok etnis yang "tidak membeli rumah." Sepanjang hari para salesman lalu berpikiran mengapa orang tidak jadi calon pelanggan mereka yang baik . Saya tidak dapat menjelaskannya. Apa yang mereka pikirkan tersebut seolah tidak ada seorangpun yang membeli rumah. Menurut saya, semua orang masuk keruang pamer model perumahan hanya punya satu tujuan: membeli rumah! saya tegaskan bahwa semua orang yang masuk keruang pamer perumahan hanya punya satu pemikiran ia ingin membeli rumah. Apa ada tujuan lain atas kedatangan seseorang keagensi rumah?

Sampai saat ini saya pernah menunjukan apa yang diketahui oleh para salesman tadi apa yang saya tahu. Bagaimana didunia ini seseorang dapat melihat orang lain dan menentukan bahwa ia akan membeli rumah? saya telah bekerja dibidang saya selama betahun-tahun dan tetap tidak punya gambaran bagaimana tampang seseorang pembeli itu dan saya menantang kalau ada yang mengambarkan bagaimana tampang seseorang pembeli itu.

Pemikiran negatif yang sama pada salesman yang bertugas diluar. Mereka habiskan sebagian besar waktu mereka untuk mengemudi melewati calon pelanggan dan mereka tidak berusaha keluar dari mobil untuk menjumpai calon pelanggannya. Mereka habiskan separoh waktu untuk memikirkan mengapa orang-orang tidak mau membeli saja dan tidak perlu ada presentasi.

Lalu, saat salesman itu mengumpulkan semangat untuk memberi presentasi penjualan, mereka penuh dengan keraguan dan ketakutan. saya tidak tahan berada di sekitar orang yang bersikap negatif dan saya tidak bisa berpikir bahwa calon pelanggan akan merasa hal yang sama. Lagipula, siapa yang membutuhkan orang yang tidak meyakinkan seperti itu yang bisa mendatangkan awan kelabu? Apa yang akan anda lakukan jika orang seperti itu datang ke rumah atau kantor anda? saya akan menolaknya seperti wabah.

saya selalu mengerti orang begitu benci terhadap salesman yang negatif. Karena mengetahui hal ini, saya berusaha ekstra untuk meyakinkan diri sendiri bahwa bahwa setiap orang adalah calon pelanggan yang hebat. saya begitu yakin sehingga saya akan selalu menciptakan penjualan dangan antusiasme tinggi tiap kali menemui calon pelanggan. Percayalah, hal seperti ini bisa menular. Bukankah menyegarkan diri dibandingkan dengan salesman negatif yang ada diluar sana yang menyebarkan pemikiran negatif kemanapun mereka pergi? Akhirnya mereka heran mengapa mereka mengalami begitu banyak penolakan!.

Waktu Calon Pelanggan Adalah Berharga

Setiap salesman telah dilatih untuk mengingat bahwa waktu adalah uang dan harus dihargai sedemikian rupa. Jadi saya tidak akan memberi anda kuliah tentang manajemen waktu. Saya justru akan menekankan pentingnya menyadari bahwa waktu calon pelanggan anda.

Nah, sekarang topik ini benar-benar berbeda bukan? Seringkali, salesman begitu berkonsentrasi pada apa yang mereka dapat dari rapat penjualan mengenai meluangkan waktu mereka dengan bijaksana sehingga akhirnya mereka tidak bisa menyadari bahwa pelanggan mereka juga berpikir seperti itu.

Acapkali seorang salesman langsung menembak tanpa permisi karena ia tidak memikirkan nilai calon pelanggan. Pertimbangkan hal ini: calon pelanggan yang terbaik adalah yang bisa membeli produk anda. umumnya, orang yang mempunyai banyak uang mengumpulkan kekayaannya tersebut karena mereka bisa memanfaatkan waktu mereka dengan baik. ya, saya akan mengatakannya lagi: Waktu adalah uang. Saat willie Sutton, perampok bank terkenal, ditanya mengapa ia merampok bank, ia menjawab: "Karena disitulah tempat yang banyak uangnya". Dengan alasan yang sama, anda harus memberi presentasi penjualan pada orang yang menghargai watu mereka.

Untuk mencapai hal ini, anda harus menghormati waktu mereka dan mengerti betapa protektif mereka terhadap waktu. Pebisnis dan profesional yang sukses amatlah sibuk dan memiliki " Penjaga Gerbang " yang diperintahkan untuk menyaring salesman, untuk menyingkirkan yang tidak menelpon sebelum membuat janji dan untuk membolehkan kira-kira hanya satu dari selusin salesman yang bisa melewati gerbang dan memasuki ruangan bos. Penjaga gerbang diberi tugas seperti ini karena bos mereka tenggelam dalam rapat, telpon dan tamu - terutama salesman. Jika eksekutif puncak dan pemilik bisnis mendengarkan semua orang yang mendatangi mereka, mereka tidak akan memperoleh apapun dengan waktu yang ada. Tapi, ada saatnya mereka harus memperhatikan salesman. terlalu sering mereka harus mengandalkan informasi yang diberikan salesman untuk tetap bisa mengikuti perkembangan terakhir. Jadi, walaupun jadwal mereka padat, harus ada waktu yang disisihkan untuk berhubungan dengan salesman yang penting. Saya selalu yakin bahwa waktu yang diluangkan dengan saya adalah waktu yang dimanfaatkan dengan baik dan saya yakin bahwa kunjungan saya adalah salah satu perjanjian dengan salesman yang harus dijadwalkan oleh calon pelanggan saya.

bagaimanapun, saya benar-benar menghargai betapa orang lain mnghormati waktu mereka dan sebagai konsekuensinya, saya selalu ingin menjual dengan perjanjian sebelumnya. Anda mumgkin berpikir, "Seorang salesman rumah bekerja dengan perjanjian? " ya dan terus terang hal ini memang tidak biasa dalam bisnis saya. Tapi saya melakukannya karena alasannya yang baik. Perjanjian tidak hanya memungkinkan pelanggan saya agar bisa meluangkan cukup waktu untuk membeli rumah dari saya. Lagipula, saya tidak melihat ada manfaatnya memberi presentasi penjualan secara sebagian dan ditengah penutupan diberitahu bahwa : "Maaf, saya harus kembali kekantor, saya akan mampir kesini kapan-kapan."

Saya menganjurkan bahwa saat anda berada dikantor calon pelanggan, anda sebaiknya menyiapkan segalanya sehingga segala sesuatu berjalan seperti yang anda kehendaki. Hal ini sering berarti menjadwalkan pertemuan pada waktu yang akan datang, saat calon pelanggan bisa memusatkan perhatiannya secara penuh pada apa yang anda jual.

Saat mengakui bahwa memang menggiurkan untuk memberikan presentasi ditempat seorang calon pelanggan yang antusias dan menyambut anda dengan hangat dan berkata : "Datanglah langsung kekantor saya dan biar saya lihat apa yang anda jual, tapi percepatlah karena saya hanya punya waktu 20 menit lalu saya ada rapat jajaran."

Jelas-jelas, bunuh diri namanya jika memberi presentasi 60 menit dalam waktu 20 menit. Dalam situasi seperti ini, saya menyarankan anda untuk melihat arloji dan berkata: "Tuan calon pelanggan, maaf, tapi saya terlambat untuk sebuah janji dan walaupun saya ingin, tapi saya tidak bisa meluangkan waktu barang lima menit. Tujuan utama kedatangan saya adalah untuk singgah dan memperkenalkan diri. Saya hanya bekerja dengan perjanjian, jadi mari kita tetapkan tanggalnya agar bisa bertemu selama satu jam, waktu yang saya perlukan untuk mempresentasikan produk saya pada anda."

Pendekatan yang langsung kesasaran seperti ini menunjukan bahwa anda menghargai waktu calon pelanggan seperti anda menghargai waktu anda sendiri.Terlebih lagi, pendekatan itu bisa memberi anda perjanjian yang pasti dengan calon pelanggan yang bonafit dan menempatkan diri anda sebagai seorang profesional. Kemungkinan besar pada waktu anda memasuki kantornya, penolakannya terhadap penjualan akan kecil.

Biasanya, banyaknya waktu yang diberikan oleh calon pelanggan pada salesman tergantung pada barang yang dijual. Tentu saja, salesman pemasok peralatan kantor hanya membutuhkan waktu beberapa menit untuk menawarkan beberapa kotak pensil, kertas foto copy, staples, dan sebagainya. Sebaliknya, seorang penasehat perencana bangunan bisa membutuhkan beberapa jam untuk memberikan presentasi.

BANGUNLAH CITRA DIRI YANG BAIK

Istri mantan presiden, Eleanor Roosevelt, pernah berkata: "Tidak ada yang bisa membuatmu merasa kecil tanpa persetujuan darimu." Saya sepenuhnya setuju bahwa jika anda menganggap diri Anda sendiri sebagai orang yang rendah diri maka begitulah Anda akan tampak di mata orang lain. Saya merasa hal ini juga berlaku dalam dunia penjualan.

Shafroff yang sebagai pialang saham menjual hampir secara eksklusif lewat telepon, percaya bahwa citra diri seseorang adalah sebuah faktor yang cukup menentukan, berlawanan dengan apa yang akan dipikirkan orang, terutama selama presentasi penjualan lewat telepon. Ia menyatakan pernah mengetahui ada salesman yang dilatih untuk memberikan presentasi telepon dengan cara yang sama dan selang beberapa waktu, orang yang memiliki citra diri yang baik bisa mengungguli.

Orang yang citra dirinya tidak terlalu bagus. "Tergantung dari bagaimana tiap individu melihat dirinya sendiri," Shafiroff memaparkan. "Jika Anda merasa diri Anda adalah seorang yang sangat penting, orang lain juga akan melihat Anda sebagai orang yang sangat penting.”

Ia mengatakan bahwa banyak salesman papan atas berbicara dengan aksen yang jelas, salah mengucapkan kata, memiliki suara yang bergetar dan sebagainya. Walau begitu, orang yang citra dirinya bagus akan tetap mengungguli orang yang tidak percaya diri. "Pada umumnya, perasaan Anda bahwa Anda penting akan menentukan apakah calon pelanggan Anda di telepon akan mendapat kesan yang baik tentang Anda," Shafiroff berkata ”Jika bertemu langsung, Anda mungkin akan terlihat seperti orang penting jika Anda memakai setelan mahal dan mempunyai profil yang terhormat. Tapi di telepon, seorang calon pelanggan tidak berkesempatan untuk melihat Anda. Ia harus membentuk sebuah gambaran bayangan yang berdasarkan pada bagaimana Anda menyampaikan sesuatu. Ia akan cenderung menilai Anda bagaimana Anda menilai diri anda sendiri. Dan seringkali gambaran yang terbentuk sama sekali tidak mirip dengan diri Anda! Misalnya- sudah berapa kali Anda menemui seseorang secara langsung setelah berhubungan lewat telepon saja? Saat pertemuan itu terjadi, Anda seringkali terkejut. Orang itu sangat berbeda dari yang Anda bayangkan. Ia bisa iadi lebih tua atau lebih tinggi atau lebih gemuk. Pakaiannya bisa jadi berbeda dengan yang Anda bayangkan. Saat pertemuan ini terjadi, Anda cenderung berpikir bahwa bayangan yang terbentuk saat bertelepon adalah 'salah'. Tapi mungkin yang kita lihat sebenarnya adalah topeng dan bayangan di telepon adalah yang sebenarnya -sebuah presentasi yang lebih akurat mengenai diri seseorang. Seperti yang kita tahu, penampilan bisa menipu."

Shafiroff membuat pendapat yang kuat. Bagaimanapun, saya yakin bahwa citra diri seorang salesman juga terlihat di bahasa tubuh dan ekspresi wajahnya, yang tidak bisa dikomunikasikan selama percakapan telepon. Misalnya seseorang dengan citra diri yang buruk akan memaksa dirinya datang ke kantor calon pelanggan. Anda tahu karakter ini sebelumnya -salesman seperti willy Loman dari sandiwara Arthur Miller yang berjudul death of Salesnan. Tapi salesman yang penuh dengan kekuatan dan semangat akan melangkah yakin dan ringan - tipe orang seperti profesor Harold Hill dan the music man. Tiap citra diri akan memberi tanda. baik getaran yang positif maupun yang negatif. Apa yang Anda rasakan mengenai diri Anda tergambar pada senyum dan kerutan wajah Anda. Percayalah, walaupun mungkin Anda merasa tidak menyampaikan sinyal apapun pada calon pelanggan, Anda sebenarnya melakukannya. Pesan itu tergambar di wajah Anda.

Jika bisnis terasa lambat dan Anda tidak merasa enak saya menyarankan untuk menghubungi beberapa pelanggan Anda yang puas dan melakukan obrolan singkat. Tapi, hubungan ini sebenarnya memiliki dua tujuan. Mungkin Anda bisa menyampaikan beberapa informasi baru yang bisa bermanfaat bagi mereka atau Anda bisa hanya menanyakan apa yang dirasakan mengenai kualitas layanan yang mereka terima. Kemudian biarkan mereka bicara - dan dengarkan. Mendengarkan pemikiran baik mereka mengenai produk dan layanan Anda akan menguatkan kembali keyakinan Anda pada apa yang Anda jual dan membangkitkan pemikiran positif mengenai citra diri Anda. Sebagai suatu manfaat tambahan. Anda bisa menerima sebuah pesanan lagi dan beberapa rekomendasi tidak ada yang mengalahkan tindakan menciptakan penjualan untuk menaikkan citra diri Anda saat sedang mengalami kemerosotan.

BERSIAP-SIAPLAH

"Bersiap-siaplah" bukan hanya sekedar motto anggota pramuka. Kata-kata ini harus ditatokan di dada tiap salesman agar diingat selalu. Bagi pemula,menghadapi presentasi penjualan dengan persiapan penuh akan menghasilkan keiutan-kejutan bagi rasa percaya diri Anda. Saat mengetahui bahwa Anda tahu segalanya tentang produk perusahaan dan pesaing Anda secara keseluruhan akan membuat keajaiban dalam meningkatkan citra diri Anda. Kemudian juga, tidak ada yang lebih baik selain mengerjakan tugas Anda sehingga Anda tahu persis apa permasalahan yang dihadapi calon pelanggan Anda dan membuat solusi untuk mereka. Akan terasa enak jika mengetahui tidak ada tantangan yang bisa menggelincirkan Anda. Satu-satunya cara untuk bias memastikan perasaan enak ini adalah dengan melakukan tugas Anda sebelumnya sehingga Anda 100 persen yakin bisa menangani situasi apapun yang bisa muncul.

Agen real-estate atau otomotif perumahan, misalnya, akan meluangkan sebagian besar harinya untuk meneliti rumah-rumah. Ia akan menghabiskan beriam-jam untuk mengamati rumah-rumah sebelum menunjukkannya kepada klien untuk mempelajari segala sesuatu mengenai rumah itu. Setelah mengamati, agen itu bisa memberitahu kliennya mengenai keistimewaan rumah, termasuk siapa yang membangun, kapan rumah itu dibangun, pembiayaannya, pajak dan lain sebagainya.

Memasuki kantor orang Iain tanpa persiapan bukan hanya tidak sopan, tapi jika Anda melakukannya, Anda pasti akan merasa terganggu, resah, dan bersalah. Akibatnya, Anda kehilangan rasa memiliki kewenangan yang, untuk alasan yang sangat jelas, akan membunuh diri Anda sendiri.

Seperti Anda lihat, saya adalah orang yang amat yakin bahwa Anda harus melakukan sesuatu untuk percaya pada diri sendiri. Tapi, mempersiapkan diri memiliki sesuatu yang lebih. Praktis saja. Anda harus memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk memberikan informasi tertentu pada calon pelanggan -sehingga ia bisa membuat keputusan pembelian vang tepat. Jika calon pelanggan tidak tahu alasan spesifik mengapa ia harus membeli produk Anda, ia tidak akan tahu mengapa produk itu bernilai baginya. Misalnya, ia tidak akan tahu mengapa produk Anda lebih baik daripada pesaing Anda, kecuali jika Anda tidak tahu apa yang ditawarkan perusahaan WYZ sehingga Anda bisa menekankan perbedaannya. Jadi, Anda bukan hanya harus mengerjakan tugas Anda untuk tahu produk Anda secara menyeluruh, tapi juga Anda harus mampu membuat perbandingan atas apa yang ditawarkan pesaing Anda. Misalnya, seorang calon pelanggan bisa jadi berkata: "Seorang salesman dari Perusahaan WYZ meninggali saya sebuah proposal dan saya rasa mereka mengalahkan Anda."


Dengan mengetahui kelebihan dan kelemahan produk WYZ, Anda bisa menekankan sebuah pokok peniualan yang unik yang Anda tawarkan secara eksklusif dan perbedaan ini bisa menghasilkan penjualan. Tapi jika Anda tidak menyadari apa yang berbeda, Anda akan meninggalkan sebuah kesempatan yang berakhir dengan kebutuhan calon pelanggan itu untuk membeli.

Sebagai seorang salesman, Anda harus melakukan pendekatan yang sama terhadap karir Anda seperti yang dilakukan para ahli dibidang lain seperti akuntan, hukum dan pengobatan. Satu-satu nya cara yang agar para profesional ini bisa tahu perubahan terkini yang selalu teriadi di profesi mereka adalah dengan meluangkan beberapa jam di tiap minggunya untuk rnembaca, berdiskusi dengan rekan keria dan secara reguler menghadiri seminar. walau saya tidak menganjurkan untuk terlibat dalam debat kusir yang tidak produktif saya yakini betul manfaatnya pertukaran ide dengan professional top dibidang Anda. Saya sangat menyarankan agar Anda meniadi ahli dibidang Anda tidak- ada alasan untuk tetap meniadi orang yang itu-itu saja, walaupun itu berarti Anda harus meluangkan waktu ekstra untuk membaca beberapa kali seminggu. Sebagai salesman professional, Anda harus mengerjakan tugas Anda.

MILIKILAH RASA HUMOR

Sulit bagi saya untuk membayangkan orang vang tidak memiliki rasa humor. Jadi, dengan berasumsi bahwa Anda mempunyainya, saya rasa memasukkan sedikit komedi dan keringanan dalam presentasi penjualan Anda adalah car.a yang tepat untuk menjual diri Anda. Humor juga merupakan sentuhan yang bagus yang bisa menjaga bisnis Anda terasa menarik. Paling tidak, ini membantu membuat calon pelanggan terjaga-sebenarnya saya tertidur saat mendengarkan seorang agen asuransi yang membosankan sedang mencoba menawari saya polis untuk rumah! Tidak perlu dikatakan bahwa calon pelanggan yang tidur tidak akan membeli apapun!

Walau saya menyarankan pada Anda bahwa humor itu penting, saya tidak menganjurkanA nda untuk mendekati calon pelanggan dengan menepuk punggung dan berkata, "Hei, teman, sudahkah kau mendengar tentang salesman biro travel itu?” Jika anda membuat lelucon, jagalah agar tetap bersih dan jauhi lelucom etnis. Saya bukannya tidak suka lelucon, tetapi segala ada tempat dan waktunya sendiri.


Sebenarnya, saya mendapati bahwa menyuntikkan humor disaat yang tepat adalah cara yang sempurna untuk merilekskan orang. Humor akan membuat mereka merasa lebih nyaman dan terkadang bisa mencairkan suasana di saat-saat tegang Contohnya, saat saya meminta seseorang untuk menandatangani formulir pemesanan dan ia hanya duduk tapamampu membuat keputusan, saya berkata, 'Ada apa, apa Anda terkena arthritis atau apa?" Ini biasanya membuat calon pelanggan tertawa kecil dan ia akan tersenyum. Saya bahkan menaruh bolpen ditangannya dan membimbingnya ke lembar pemesanan dan berkata, “ayo, tandatangani.” Otomatis, saya berkata sambil meringis, tapi di saat yang sama, saya serius dan dia tahu bahwa saya serius. Tapi cara itu berhasil karena membuat orang tertawa dan mereka menandatanganinya di tempat yang disediakan.

Jika caion pelanggan masih bingung, saya akan berkata,"Apa yang harus saya lakukan supaya bisa berbisnis dengan Aqda? Apa Anda mau saya berutut dan memohon?" Lalu saya benar-benar akan berlutut, melihat ke atas dan berkata- "Oke, sekarang saya memohon padamu untuk bisnis ini. Sekarang siapa yang bisa menolak orang dewasa yang bedutut memohon? Ayolah, tanda tangani." Jika ini tidak membuatnya tergerak, saya berkata,"Apa yang Anda ingin saya lakukan? Apa Anda ingin saya berbaring telentang? Oke saya akan berbaring telentang.

Rutinitas ini meluluhkan kebanyakan orang dan mereka berkata, "Harry, tolonglah jangan berbaring telentang. Di mana saya harus tanda tangan?" dan kami berdua tertawa-dan ia menandatanganinya.

Kadang-kadang, saya maju selangkah. "Perlu sesuatu Frank? Saya harap Anda mengambil sebuah jeruk limun." Saya memandangnya sungguh-sungguh dan diam."
"Apa maksud Anda?" tanyanya. ”Anda berharap saya sambil mengambil sebuah jeruk limun?"

"Memang begitu. Saya berharap Anda mengambil sebuah jeruk limun sehingga saya dapat beraksi. Karena saya akan memberi Anda sebegitu banyak layanan sehingga saya akan mengganti jeruk limun itu dengan buah persik, maka saya akan memiliki Anda sepanjang sisa hidup Anda."
Tentu saia saya menunjukkan penampilan yang baik pada waktu saya menjual dan saya akan memberi tahu Anda sesuatu lagi - pelanggan saya senang membeli rumah dari saya. Saya dengar orang-orang mengatakan bagaimana takutnya mereka harus pergi membeli rumah. Tapi pelanggan saya tidak begitu. Kalau saya mengatakan pada mereka “Cobalah pengalaman untuk berbisnis dengan Harry Beckwith,” maka kata-kata tersebut bukanlah omong kosong.

Tapi hati-hati: Jangan menggunakan cara-cara yang menggurui jika Anda mencoba menjual pada orang yang lebih tua. Jika Anda mendesak calon pelanggan Anda, Anda akan kehilangan mereka selamanya. Gunakanlah kebijaksaan. Jika Anda menjual peralatan ortopedi atau protesa, jangan, mengatakan kepada pelanggan bahwa Anda berharap agar ia mendapatkan jeruk limun. Jangan sampai Anda gunakan humor yang tidak waiar jika Anda menjual polis asuransi jiwa.

Gunakanlah suatu kepekaan dalam mengevaluasi produk Anda dan masing-masing pelanggan sebelum Anda memulai humor yang mungkin dapat menyakitkan seseorang. Bagi, sebagian orang, barangkali humor tersebut tidak berpengaruh. jika Anda sedang berurusan dengan seorang bankir, misalnya, kesempatannya bagus sehingga ia akan tetap memikirkan permasalahan yang sedang dihadapi karena seriusnya dan memang harus dihadapi seperti itu. Seandainya si bankir merasa bahwa bahwa Anda tidak menghadapinya dengan serius, bagaimanakah Anda dapat menangani bisnis Anda dengan serius? Maka, gunakanlah humor, tapi gunakanlah sebijaksana mungkin, penuh kehati-hatian dan dengan selera tinggi.

KETULUSAN

Jelaslah bahwa Anda harus berhadapan dengan ketulusan. Jika tidak, anda akan berada dalam kesulitan. Saya kira bersikap tulus adalah bagian dari penjualan yang termudah. Ketulusan hanyalah masalah mempedulikan pelanggan dan percaya akan apa yang Anda jual. Kalau Anda tidak merasakan begitu, nasihat saya untuk Anda ialah agar Anda mencari pekerjaan lain atau mencari produk lain untuk dijual yang Anda yakini.

Tidak boleh tidak. Ketulusan haruslah jujur, Jangan ,sekalipun mencoba untuk berdusta, karena sekali saia berdusta Anda akan kehilangan semua kredibilitas Anda. Kata Aesop, seorang penulis cerita binatang dari Yunani, "Seorang pendusta tidak akan dipercaya, bahkan ketika ia ngomong jujur sekalipun."

Hal lain-iangan membuat janii yang tidak dapat Anda tepati. Jika sistem komputer Anda memerlukan waktu tiga bulan untuk memasangnya, jangan mengatakan bahwa perusahaan Anda akan mengerjakannya dalam waktu empat minggu, hanya dengan tuiuan agar barangnya laku. Janji yang tidak ditepati akan menghantui Anda nantinya. Berterus-teranglah pada pelanggan Anda, kalau tidak janji yang diingkari akan membunuh kesempatan Anda untuk mendapatkan bisnis dan penyerahan lain kali.

Saya biasa maju selangkah dan memberi tahu pelanggan saya bahwa mungkin memerlukan waktu yang lebih lama daripada yang sesungguhnya untuk mengirimkan pesanan mobil yang kebetulan belum tersedia. Saya tahu bahwa sebagian besar orang adalah seperti kanak-kanak dan mencoba untuk mengatakan pada seorang anak bahwa hari raya ditunda sampai beberapa hari! Tentu saja, begitu mobilnya datang beberapa hari lebih awal, saya menjadi seorang pahlawan besar - dan yang paling penting, pelanggan tahu bahwa yang dijanjikan Harry Beckwith – ia kirim.

Ada sesuatu yang lebih pada ketulusan daripada hanya kejujuran. Bahkan orang jujur pun dapat bersalah karena bujukan-bujukan palsu. Kalau pujian terhadap seseorang adalah hal yang baik, maka pujian yang tidak pantas akan merusak karena orang yang menjadi sasaran Anda akan langsung mengetahui maksud Anda. Jika hal ini terjadi, ia tidak akan percaya pada apa yang Anda katakan pada waktu Anda mengadakan presentasi penjualan. Lagipula, Anda telah membentuk diri Anda sebagai orang yang lancung. Jangan mengira sedikitpun bahwa orang akan percaya pada pujian-puiian yang Anda berikan. Orang-orang jauh lebih pandai daripada yang diakui oleh sebagian salesman. Pelanggan yang potensial tidak akan terpengaruh oleh pujian – pujian yang terencana dan menjerumuskan. Ingat, pelanggan mungkin saja mula - mula bersikap skeptis pada Anda sehingga Anda tidak perlu memberikan alasan- alasan untuk menghilangkan keraguan mereka. Jangan lupa bahwa misi nomer satu Anda ialah menjual produk Anda. Waktu calon pelanggan Anda sangat berharga sekali dan ia tidak akan tertarik pada pujian orang – orang lancung. Ia ingin melakukan bisnis dan mendapatkan apa yang dapat Anda lakukan baginya.

walaupun saya sudah menekankan bahwa berada dalam kondisi siap itu penting, kadang-kadang salesman yang seorang profesional pun tidak memiliki semua iawaban yang diinginkan. Jika sesorang calon pelanggan menanyakan suatu pertanyaan yang Anda tidak dapat menjawabnya, katakan saja, ‘Maaf ya, ,saya tidak dapat menjawab pertanyaan itu. Tapi saya akan mencarinya kalau saya sudah kembali ke kantor dan segera menelepon Anda kalau saya sudah menemukan jawabannya. Camkanlah bahwa jika pikiran Anda mengatakan hal itu terlalu sering, hal itu menunjukkan bahwa Anda tidak siap betul. Tapi sekali-sekali ucapan seperti bisa menunjukkan ketulusan Anda. Hal tersebut jauh lebih baik daripada mencoba sok tahu dengan memberikan informasi yarg salah kepada pelanggan. Hal ini nantinya kembali menghantui Anda.

Tentu saia, jika mungkin untuk mendapatkan jawabannya pada saat pertanyaan diajukan, lakukan saia. Misainya, jika seorang pelanggan menyuruh saya menielaskan perbandingan gir mobil. Saya akan menjawabnya, "Mari kita tanyakan pada ahlinya saja." Dan saya akan mengajaknya ke mekanik mobil kami untuk memperoleh iawaban yang sebenarnya dari yang berkepentingan.

Berikut ini dua buah kiat yang bagus untuk menimbulkan ketulusan yang bisa tampak. yang pertama, jangan sampai sekalipun mengenakan kaca mata hitam. Terus terang, saya tidak perduli walaupun Anda menjual tanah di tengah padang pasir karena Anda harus membuat kontak mata dengan orang lain dan kacamata hitam merupakan hambatan untuk melakukan hal ini. Yang kedua. Pandanglah orang persis pada matanya kalau Anda berbicara dengan mereka dan bairkan Anda mendengarkan, lihatlah bibirnya. Bila seseorang tidak melakukan kontak mata seperti itu, hal tersebut dianggap sebagai isyarat adanya ketidakjujuran. Secara pribadi, saya pernah berhadapan dengan banyak orang yang kelihatannya malu memandang mata saya. Namun calon pelanggan tidak akan percaya bahwa salesman bisa merasa malu dan oleh karenanya saya mendorong Anda agar berusaha untuk membuat kontak mata, betapapun hal tersebut dianggap berat.

Sava juqa percava bahwa-Anda harus memberikan perhatian penuh dan terbagi kepada calon pelanggan Anda selama presentasi penjualan. Saya kira tidak ada satu halpun yang dianggap lebih tidak sopan daripada menemani seseorang yang selalu melihat ke seluruh ruangan pada waktu saya sedang berbicara dengannya. Pernahkah Anda berada di restoran bersama seseorang yang selalu melihat ke seluruh ruangan pada saat Anda berbicara dengannya? Saya pernah melihat salesman yang sekilas memandang pelayan restoran yang cantik, seorang sekretaris yang ayu atau bahkan isteri atau anak perempuan calon pelanggan yang menarik. Hal ini tidak saia menuniukkan seleranya yang rendah, tapi iuga merupakan isyarat bagi pelanggan yang potensial bahwa Anda sebenarnya tidak tertarik kepada pelanggan tersebut.

Bila Anda sedang berbicara dengan klien Anda tapi tidak memberikan perhatian yang penuh atau terbagi, ia berpikir demikian, "siapakah yang sedang dipikirkan oleh orang ini? kalau, ia tidak memperhatikan saya, saya tidak peduli dengan apa yang ia jual-walaupun ia memberikannya, saya tidak akan menerimanya." Ingatlah, bahwa Anda tidak hanya berkomunikasi secara verbal, tapi iuga melalui mata, ungkapan wajah dan bahasa tubuh. Anda harus betul-betul tulus dan jika tidak, pelanggan akan tahu dari cara berkomunikasi non-verbal Anda. Anda tidak akan bisa berpura-pura. Jika Anda tidak bertindak untuk menarik minatnya dengan sebaik-baiknya, Anda akan dianggap sebagai orang yang tidak dipercaya.

Penting iuga untuk disadari bahwa orang yang tulus tidaklah tamak. Jangan membuat tindakan yang menguntungkan untuk diri Anda sendiri di mana calon pelanggan Anda tidak , akan ingin mengadakan bisnis dengan Anda lagi. Bilamana saya menjual mobil, saya selalu berhati-hati untuk tidak mendapatkan uang yang terlalu banyak dari penjualan itu sehingga pelanggan nantinya mendapatkan bahwa ia sebenarnya bisa menghemat lebih banyak bila membeli di tempat lain. Hal tersebut akan menghancurkan reputasi saya dan saya pasti akan kehilangan bisnis dengan pelanggan tersebut di masa mendatang. Saya tidak sekali itu saja menjual rumah pada seorang pelanggan. Setelah beberapa Iama, bisnis tersebut terulang lagi. Tindakan bisnis bisa dianggap bagus apabila kedua belah pihak_merasakan baiknya bisnis tersersebut.

Yang dapat menghancurkan reputasi yang akan Anda capai ialah apabila seseorang merasa ditipu. Orang tersebut akan memberi tahu temannya, dan temannya ini akan bercerita kepada yang lainnya Iagi. Kerugian satu penjualan tidak menunjukkan hilangnya satu pelanggan, Percayalah, bahwa omongan orang itu terus selalu beredar ke mana-mana. Keuntungan sedikit yang akan Anda peroleh dari kerja Anda sendiri dari penyelesaian suatu transaksi tidak akan pernah seimbang dengan uang Anda yang akan hilang karena kehilangan pelanggan di masa mendatang dalam persaingan. Anda memberi seseorang suatu kebaikan dan hasilnya akan segera diperoleh. Selanjutnya dompet dan reputasi Anda akan berkembang karenanya.

Juallah Diri Anda Sendiri

Walaupun mungkin dianggap egois, saya menyatakan bahwa tidak perduli apapun yang saya jual - rumah, komputer, real-estate atau otomotif, saya akan tetap menjual produk yang nomor satu didunia. Saya akan merasa seperti ini jikalau saya adalah seorang akuntan publik berijasah, pengacara atau dokter. Apapun yang saya lakukan untuk membiayai hidup, saya akan memeras otak agar berpikir bahwa saya adalah nomor satu. Jika tidak berpikir seperti itu, tidak akan ada orang lain yang bisa menganggap saya seperti itu juga.

Anda juga harus percaya bahwa anda menjual produk nomor satu didunia - diri anda!. Saya pernah ditanyai, "Bagaimana kita berdua bisa menjual produk nomor satu didunia itu?" Jawabannya adalah setiap orang adalah unik. Tidak ada orang lain didunia yang mirip saya atau anda.

Saya rasa penting bagi anda untuk mengetahui bahwa anda unik. Sekali anda tahu, anda akan menyadari betapa banyak perubahan yang buat dalam menentukan apakah calon pelanggan akan membeli produk anda. Mari kita hadapi saja, masing-masing dari kita memiliki monopoli dalam kombinasi sifat kita sendiri yang unik.

Apapun yang anda jual, anda akan membuat perbedaan. Ada hampir 2000 perusahaan asuransi jiwa yang menawarkan produk yang sama; semua pedagang saham yang menjual sekuritas terdaftar memiliki saham dan surat obligasi yang sama untuk dijual; semua agen real-estate atau otomotif menjual properti yang terdaftar berkali-kali. Hal yang sama tejadi dibidang peralatan dan perlengkapan kantor, dibisnis ritel pakaian, di industri supermarket dan sebagainya.

Apa yang menjadi pokok dari semua ini adalah anda harus menjual diri anda. calon pelanggan harus menyukai anda dan percaya pada anda. Jika tidak, tidak ada alasan bagi siapapun untuk membeli dari anda daripada membeli dari orang lain.

YAKINLAH PADA APA YANG ANDA JUAL

Sebelum anda bisa menjual produk anda pada orang lain, anda harus 100 persen menyakinkan diri anda akan produk itu. Jika tidak, anda tidak bisa menjual dengan penuh kepastian dan betapapun anda menipunya, orang masih akan bisa melihat keraguan itu.

Martin Shafiroff, dikenal sebagai salah satu pialang saham eceran terhebat di dunia yang bekerja untuk perusahaan Shearson Lehman Hutton, sangat yakin pada manfaat memiliki keyakinan. Ia menyatakan: "Semua pebisnis hebat berhasil karena memiliki keyakinan kuat pada apa yang mereka lakukan. Pada dasarnya, orang pertama yang harus anda yakinkan, jika anda ingin berhasil, adalah diri ini sendiri.
Saya percaya hal ini sangat penting. Jika anda yakin pada apa yang anda kerjakan, pihak lain yang mengevaluasi komentar anda akan breaksi seperti itu juga. Karena alasan inilah, saya yakin seorang individu harus mencari, yaitu mempelajari, meninjau, dan menganalisis, seluruh spektrum investasi sampai akhirnya ia bisa mengajukan sebuah produksi dan strategi yang bisa digunakan untuk mengembangkan keyakinan yang kuat tersebut."

Shafiroff merasa bahwa hanya jika anda memiliki kenyakinan kuat ini, baru anda bisa menularkan kepercayaan anda pada orang lain. Ia berpendapat bahwa kenyakinan salesman bisa menjadi sangat kuat sampai-sampai jika itu menjual investasi lewat telepon, investasi itu bisa dirasakan oleh pihak lain yang berada ribuan mil jauhnya! Bukti dari pernyataan itu adalah Shafiroff memiliki lebih banyak klien yang merupakan presiden direktur dan jajaran ketua dari prusahaan yang termasuk 500 daftar perusahaan di majalah fortune jika dibandingkan dengan penjual lainnya, walaupun ia baru bertemu dengan 75 persen dari orang-orang tersebut secara pribadi.

Keyakinan muncul saat salesman begitu percaya pada nilai produk mereka sehingga motivasi tunggal mereka adalah untuk memberikan nilai itu kepada pelanggan. Salesman sejati di dunia lebih tertarik untuk memberikan manfaat bagi pelanggan daripada untuk mendapatkan komisi yang besar. Jika uang adalah kekuatan pendorong utamanya, salesman akan jarang bisa berhasil. Calon pelanggan biasa melihat kilatan uang di mata salesman dan tanda-tanda seperti itu tertera di seluruh wajahnya. Anda harus memikirkan kepentingan terbaik dari pelanggan anda. Kepentingan anda haruslah dinomorduakan. Lupakan uang; uang komisi yang besar akan otomatis keluar jika anda bisa mencari pelanggan.

Saya menjual Chevrolet dan tentunya saya tahu ada banyak mobil yang lebih bagus yang diproduksi. Saya benar-benar sadar bahwa mobil Chevrolet tidak senyaman Mercedes atau BMW. Namun saya benar-benar percaya bahwa Chevrolet memberikan nilai yang bagus untuk uang pelanggan. Saya tahu calon pelanggan manapun yang memiliki anggaran tertentu akan mendapatkan barang yang nilainya sesuai dengan jumlah uangnya. Saya harus menyakini hal ini, kalau tidak saya tidak akan mampu menjual Chevrolet.

Anda harus percaya bahwa produk anda adalah nilai yang terbaik di kelasnya. sebuah cara yang bagus untuk menunjukannya adalah dengan mengeluarkan uang anda dan membelinya. Saya selalu mengendarai Chevrolet, walaupun saya melihat dealer Chevrolet mengendarai Cadillac dan mercedes ke showroom mereka. Tiap kali saya melihatnya, saya menjadi ingin muntah. Tentu, saya bisa membeli rumah atau mobil manapun, tapi dengan melakukan hal itu, pelangga saya akan berpikir: "Harry merasa dia terlalu bagus untuk mendiami mobil yg ia jual." "Harry merasa dia terlalu bagus untuk mendiami rumah yang ia jual." Menurut saya, hal itu adalah satu pesan yang bodoh.

Apapun yang anda jual, anda harus memilikinya juga. Ketika ada seorang agen asuransi jiwa mencoba menawari saya sebuah polis seharga 500.000 dolar, saya menanyai dia berapa banyak uang yang dia keluarkan untuk asuransi jiwanya. "Eee.. nilai asuransi saya 25.000 dolar," katanya dengan suara rendah. Setelah komentar itu, apapun yang akan ia katakan, tidak bisa membuat saya percaya padanya. Tidak peduli apakah ia memiliki produk bagus yang saya butuhkan. Dengan emosional, sa tidak merasa nyaman bersamanya. Beberapa minggu kemudian, saya mengajukan pertanyaan yang sama ke agen asuransi jiwa lain yang secara jujur menjawab, "Saya mempunyai polis satu juta dolar." Ia mengatakannya dengan penuh kenyakinan sehingga saya tahu ia yakin dengan apa yang ia jual pada saya dan saya membeli polis yang cukup besar darinya.

Menunjukan kepercayaan anda pada apa yang anda jual adalah masalah mendasar dan ini bisa diterapkan pada semua produk, tidak hanya real-estate atau otomotif. Bayangkan jika anda masuk ke toko pakaian laki-laki yang bagus dan mendapati petugasnya yang menunggui anda berpakaian denga setelan yang murah. Atau mendapati wanita di balik counter kosmetik yang tidak memakai make-up. Atau seorang wakil dari pusat fitness yang mencoba menawari anda keanggotaan seumur hidup tapi malah bertubuh sedikit kegemukan.

TIPS MEMBUKA PELUANG BISNIS

Saat harga-harga bahan pokok semakin melambung, sementara penghasilan kita pun semakin tak banyak membantu memenuhinya, bisa membuat sebagian orang merasa frustasi dan stress. Bagi kita yang beriman sebetulnya masih banyak cara untuk mengatasinya. Lihatlah disekitar anda saat ini, bukalah pikiran anda untuk menciptakan bisnis yang mampu di jual dan diinginkan oleh pasar. Bagi yang masih awam mungkin sedikit bingung, tak apa mulailah berlatih untuk melihat potensi lingkungan sekitar untuk menciptakan bisnis yang anda inginkan.

Berikut tips membuka peluang bisnis;

1. Mulailah melihat segala hal disekitar anda yang bisa dijadikan lahan bisnis. Caranya tentu tidak dengan berdiam saja di rumah, anda dapat mengunjungi mall terdekat, pasar, tempat-tempat keramaian, bazar, pameran, dan lainnya.

2. Dari hasil kunjungan anda tempat-tempat di atas pasti anda melihat bahwa beragamnnya dagangan dan usaha orang lain. Bila anda tertarik untuk mempelajari salah satu diantaranya, maka mulailah dengan mengumpulkan sebanyak-banyaknya informasi mengenai bisnis tersebut. Bisa dengan mengunjungi langsung counter usaha atau mencarinya di internet.

3.Ketahui berapa modal yang dibutuhkan. Ini sangat berguna karena bila kita memang hanya memiliki sedikit modal, maka lebih baik cari usaha yang sedikit modal tapi padat karya.

4. Ketahui lokasi usaha yang cocok bagi usaha anda tersebut. Lokasi sangat mempengaruhi penjualan anda nantinya. Mengingat semakin strategis tempat yang kita miliki maka semakin besar peluang orang untuk mengunjunginya. Bila anda belum mampu menyewa tempat yang strategis maka lakukan beberapa hal yakni promosi

5. Promosi akan sangat berguna bagi anda yang baru memulai usaha, karena dengan itu orang akan mengenal produk yang kita hasilkan dan tempat dimana mereka dapat membelinya.

6. Gunakan juga potongan harga atau discount bagi pembeli. Ini guna menarik pelanggan yang akan sangat bermanfaat bagi kelangsungan usaha anda.

7. Berikan pelayanan yang memuaskan, misalnya memberikan garansi jika terjadi kerusakan, pembungkusan untuk kado, dll

8. Sediakan juga produk kita dalam bentuk dan ukuran yang beragam. Ini akan sangat berguna bagi anda yang memilih usaha pakaian jadi atau pun assesories pakaian.

Sobatku ,

Saat ini pasar Indonesia masih sangat berpeluang untuk menciptakan kreasi-kreasi baru, untuk itu anda dapat segera memulainnya dari sekarang bersama kami di dcparfum.com

Best Regards
Iwan Agustian

0812 861 2679
Bisnis: www.dcparfum. com - Murah & Original
www.rbusana. com - Murah & Mudah
www.haisom.com - Ajaibnya Hewan Laut
www.celloti. com - the exclusive blazer
http://dckaos. blogspot. com/

Personal Blog: iwanagustian. wordpress. com
Personal Email: iwan.agustian@ gmail.com
YM! Iwanagustian

SUDAH BENARKAH PENDEKATAN SALES ANDA ?

Sebagai pemilik bisnis, anda pasti setuju bahwa sales merupakan kunci untuk mendapatkan cash flow bagi perusahaan. Banyak perusahaan yang menghabiskan cukup banyak uang, waktu dan tenaga untuk mengembangkan para sales force mereka. Baik memberikan insentif, bonus, training dan sebagainya. Training-training seputar Salespun banyak ditawarkan karena Sales merupakan bidang yang selalu dibutuhkan selama perusahaan masih ada dan membutuhkan Sales.

Demikian pula dengan buku-buku tentang Sales. Jika anda masuk ke toko buku, begitu banyak buku-buku yang menawarkan berbagai macam teknik dalam hal menjual/selling, misalkan : Trust Based Selling, Heavy Hitter Selling, Hypno Selling, SPIN Selling, Code of Selling, Samurai Selling, Metaphorical Selling, Question Based Selling, Value Added Selling, Solution Selling, dsb. Masing-masing buku tersebut menawarkan solusi untuk para Salesperson agar dapat meningkatkan penjualan mereka di dalam persaingan yang semakin ketat ini.

Masalahnya, ternyata tidak semua teknik yang ditawarkan di buku-buku tersebut cocok untuk suatu bisnis tertentu. SPIN Selling contohnya, lebih cocok digunakan untuk bisnis yang masuk ke dalam kategori Business to Business (BtoB) dibanding Business to Consumer (BtoC). Metaphorical Selling justru sebaliknya, lebih cocok untuk BtoC dibandingkan BtoB. Jadi, jenis bisnis yang anda jalani akan menentukan metode/konsep apa yang lebih cocok.

Selain jenis bisnis, perilaku alami dari seorang Salesperson juga akan menentukan pendekatan yang akan mereka jalankan. Ada seorang Salesperson yang memberikan prioritas dalam memberikan Result kepada client mereka. Ada juga Salesperson yang memberikan prioritas dalam hal Kualitas. Ada juga Salesperson yang mengedepankan Ketulusan serta Relationship kepada client mereka, bahwa mereka benar-benar ingin membina hubungan jangka panjang. Masing-masing pendekatan ini memiliki sisi positif dan negatif. Yang lebih penting sebenarnya adalah bukan pendekatannya melainkan kecocokan antara pendekatan itu dengan apa yang diinginkan oleh client.

Jika anda termasuk dalam kategori BtoB, biasanya bagian purchasing dari perusahaan lebih menekankan pada Result yang bisa anda berikan kepada perusahaan. Namun ada kalanya, bukan Result yang dicari oleh client melainkan Relationship. Mereka ingin berhubungan dengan Salesperson yang dapat diandalkan serta menekanankan pentingnya Relationship. Dalam bisnis, ada kebutuhan yang tangible (terlihat, nyata) ada yang intangible (tidak terlihat, tidak nyata). Kebutuhan tangible misalnya : produk yang berkualitas, tahan lama. Kebutuhan intangible misalnya : rasa dihormati, rasa aman berhubungan dengan supplier tertentu.

Dalam hal menjual MLM, pendekatan yang sering dilakukan oleh para distributor MLM adalah menjanjikan Result atau pendapatan yang luar biasa yang akan didapat jika bergabung. Namun pertanyaannya, apakah memang hal tersebut yang merupakan prioritas utama dari si prospek. Lagi-lagi, Pendekatan Sales yang tepat sangat tergantung pada apa yang sesungguhnya menjadi prioritas utama dari si prospek atau client.

Melihat hal diatas, seorang Salesperson, apapun bisnis yang mereka jalankan, perlu memiliki pengetahuan dan ketrampilan Hubungan Manusia yang baik. Para Salesperson perlu mengetahui apa yang sesungguhnya diinginkan oleh client. Dengan kemampuan ini, para Salesperson dapat mengubah-ubah pendekatan mereka, sesuai dengan apa yang diinginkan oleh prospek atau client. Para client pun akan senang karena mereka dilayani sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Jika mereka senang, maka kemungkinan mereka memberikan Referral Bisnis kepada andapun akan semakin besar. Namun sebaliknya, jika Salesperson tidak memiliki ketrampilan Hubungan Manusia, akan sulit melakukan closing dan menghasilkan Referral.

Semoga artikel ini bisa memberikan pencerahan kepada para pemilik bisnis maupun para Salesperson dalam menjalankan bisnis mereka.
Salam Omzetter!

Norman Firman MBA
Sales & Marketing Coach
www.omzetter.com

BISNIS ADALAH SOAL TRUST

Tak sedikit orang yang kalau ditanya kenapa tidak tertarik memulai bisnis sendiri, jawabannya selalu 'tidak punya modal uang untuk memulai'. Demikian juga, kalau ada orang atau kawan yang sukses membangun bisnisnya, cenderung mengatakan ' ya terang saja dia sukses karena dia punya modal uang yang cukup. Yang terang saja bapaknya dia kan anu, mertuanya begini begini... dan sebagainya". Pendeknya, banyak yang mengidap keyakinan bahwa modal uang adalah segalanya dalam kesuksesan membangun bisnis. Kunci suksesnya sangat ditentukan pada besarnya kepemilikan modal uang ini.

Sesungguhnya kalau kita tanya ke pengusaha sukses yang benar-benar sukses - bukan pengusaha karbitan -- modal uang itu memang penting, namun bukan segala-galanya. Modal bukan satu-satunya penentu sukses. Bahkan, dalam kenyataanya tak sedikit pengusaha yang sukses mesti tanpa dukungan modal yang cukup. Kenapa? Karena, bagi mereka, yang terpenting dalam bisnis adalah membangun nama baik dan trust ( di hadapan mitra bisnis, konsumen, supplier, mitra pemodal, dll). Sudah banyak bukti, banyak orang yang sebenarnya tidak punya uang modal, tapi karena punya keahlian pada suatu bidang dan ia dipercaya oleh orang alias ada orang lain yg trust kepadanya sehingga kemudian menawari modal untuk memulai usaha. Jadi bukannya meminta, malah ditawari modal.

Sejauh pengamatan saya bertemu pengusaha sukses dari perlbagai kalangan, pebisnis yang punya pola pikir 'modal uang adalah segalanya' justru kemampuan untuk survive-nya lebih lemah dari yang lebih mengedepankan kerja keras dan membangun trust. Lihatlah bisnis anak-anak pejabat atau anak politisi yang biasanya hanya punya masa jaya ketika orang tua atau patronnya masih berjaya di politik atau pemerintahan. Ketika orang tuanya masih berjaya di panggung politik atau pemerintahan, si anak mudah cari modal. Bisa minta si A, Si B, menekan sana-sini, bahkan kalaupun pinjam kredit ke bank juga lebih dimudahkan. Namun ketika orang tua atau patronnya lengser, ia menjadi kehilangan separoh lebih daya saingnya (competitiveness) sehingga bisnisnya pun makin memudar. Saya kira banyak sekali contoh seperti itu, bahkan mungkin sangat dekat dengan lingkungan Bapak/Ibu sekalian atau mungkin malah kawan Bapak/ibu sendiri.

Sebaliknya, saya punya beberapa relasi baik pengusaha yang modalnya hanya beberapa juta atau ratus ribu rupiah, namun bisa sukses karena pandai membangun trust dan mengedepankan kerja keras/tekun. Ada kenalan saya pengusaha, namanyaPak Rudy Suardana. Kalau orang Kalimantan Timur rasanya pasti akan kenal orang ini karena beliau adalah main dealer untuk Suzuki di seluruh propinsi Kaltim, baik untuk motor maupun mobil. Beliau juga pengembang (developer) yang membangun Sudirman Square di Balikpapan, Kariangau Trade Center, Perumahan Bumi Nirwana Asri, Sentra Samarinda Seberang, dll. Samekarindo Group biasanya orang Kaltim tahu. Nah, beliau waktu memulai usaha modalnya hanya dipercaya orang. Ada kawannya dealer di Surabaya yang meminta dia menjualkan motor Suzuki ke relasi-relasi dia. Jadi polanya ia membawa dagangan, dititipin oleh kawannya itu. Dia tak pakai modal. Ini bisa terjadi karena kawannya itu sudah trust ke Pak Rudy sehingga berani menitipkan dagangannya untuk dijualkann Pak Rudy. Dari situlah ia kemudian berkembang menjdi pengusaha besar, padahal masa kecilnya dibesarkan di panti asuhan. Ia tak hanya di otomotif namun juga properti.

Ada relasi saya lagi, namanya Bu Winita Kusnandar, beliau adalah konsultan hukum bisnis terkemuka Jakarta yang perusahannya (Kusnandar & Co) termasuk dalam Indonesian 10 Largest Law Firm di Indonesia. Beliau sekarang juga punya bisnis pendidikan dan properti. Jangan pikir ketika dulu memulai usaha dia punya modal banyak uang. Dia dulu juga karyawan di perusahaan konsultan hukum pada umumnya yang kemudian ditawarin oleh seorang konglomerat yang menjadi kliennya untuk buka law firm sendiri. Jadi konglomerat yang jadi klien itu tahu reputasi Bu Winita dan kemudian menawari 'kenapa nggak buka law firm sendiri saja?" sembari menawari pinjaman modal uang untuk sewa kantor di Jl Rasuna Said. Dari situ Bu Winita pun sukses membangun law firmnya dan kini bisnisnya sudah merambah ke properti, sekolahan, hotel, konsultan manajemen dan keuangan, furnitur, dll.

Disini pesannya, modal uang bukan segalannya. Dalam membangun bisnis yang lebih penting adalah memupuk nama baik dan trust. Anda boleh saja bangkrut dan kehabisan modal, tapi percayalah, Anda masih bisa bangkit bermodalkan nama baik dan trust orang lain kepada Anda. Saya kira sangat banyak contoh akan hal ini. Bagi yang ingin melihat lebih dalam bagaimana orang2 bermodal terbatas bisa sukses menjadi pengusaha besar, silahkan baca buku '10 PENGUSAHA YANG SUKSES MEMBANGUN BISNIS DARI 0', disusun Sudarmadi dan diterbitkan Gramedia. Di dalamnya juga diulas ada kisah Pak Rudy Suardana dan Buku Winita Kusnandar yang sempat saya singgung tadi.

Salam hormat dan semoga sukses untuk Bapak/Ibu sekeluarga. Amiin..

PENTINGNYA USAHA SAAT USIA MUDA

Kenapa lebih baik mulai merintis entrepreneur saat masih muda?

Merintis usaha atau memasuki dunia entrepreneur memang bisa dimulai disaat usia berapapun, termasuk saat sudah usia diatas 45 tahun. Ada juga yang sukses usaha justru ketika ia sudah diatas 45 tahun. Toh demikian, kalau kita berpikir resiko dan energi, bagaimanapun juga tetap lebih baik memulai usaha ketika usia muda (dibawah 40 tahun). Bila berpikir resiko, memulai usaha saat masih muda punya beberapa kelebihan. Ketika masih muda, biasanya energi dan sumberdaya yg dimiliki yang masih bisa lebih total dicurahkan untuk perintisan
usaha.

Contohnya soal modal uang, permodalan kita bisa fokus untuk bisnis. Namun kalau mulai usaha saat anak-anak mulai membutuhkan biaya pendidikan dll, biasanya lebih ribet. Pokoknya ketika anak-anak mulai besar banyak kebutuhan deh. Usia muda biasanya juga lebih mobil untuk melakukan terobosan kesana-kemari. Katakanlah harus merintis pengembangan jaringan (network) bisnis hingga harus keluar ke berbagai kota dan harus nginap kesana kemari, juga masih lebih fleksibel. Apalagi kalau yang masih bujang. Bahkan nginep di pom bensin atau di fasilitas umum pantas-pantas saja. Maklum, biasanya dalam siklus entrepreneurship, tahap tersulit itu saat perintisan dan disitu biasanya butuh effort yang lebih.

Lebih dari itu, kalau toh apes-apesnya upaya perintisan usaha itu akhirnya gagal, maka karena masih muda, orang itu masih bisa banting stir kembali ke dunia profesional (karyawan). Perusahaan-perusaha an pada umumnya lebih suka mencari SDM yg masih muda dan energik. Kita masih bisa mengatakan teman2 atau relasi kita untuk kembali mengajar jadi dosen ataupun staff karyawan dimana kawan2 bekerja, misalnya. Pokoknya masih fleksible dan banyak peluang yang bisa dilakukan. Kalau toh gagal di suatu bisnis, masih bisa coba-coba bisnis yang lain kalau usianya masih muda.

Kiat memulai usaha persis seperti ini juga diterapkan Mohamad Nadjikh, pengusaha sukses eskportir produk perikanan laut dari Gresik. Dulu beliau juga merintis usaha ketika usia 31 tahun karena dengan pertimbangan seperti itu. Pendeknya, kalau toh gagal, masih bisa melakukan alternatif lain. Disamping itu di usia tersebut putra-putri beliau belum butuh biaya macam-macam. Yang jelas kini Pak Nadjikh sudah menjadi pengusaha sukses dengan karyawan lebih dari 5.000 orang. Padahal ia memulainya hanya dengan beberapa juta karena beliau bukan dari keluarga empunya. .

(Kiat-kiat lebih lengkap dalam membangun bisnis dari Pak Mohamad Nadjikh dan juga 9 pengusaha lainnya, bisa kawan-kawan baca selengkapnya di buku laris "10 Pengusaha Yg Sukses Membangun Bisnis dari 0", disusun Sudarmadi dan diterbitkan Gramedia).

Semoga sukses untuk kita semua, di bisnis dan di keluarga. Salam

TIPS MULAI USAHA

TIPS MEMULAI USAHAOleh: Safir Senduk

Dikutip dari Koran Sindo, 10 Februari 2008

Pak, saya seorang karyawan dengan penghasilan yang pas-pasan untuk menghidupi keluarga. Saya berfikir untuk memiliki usaha sendiri biar ada tambahan penghasilan bagi keluarga. Tapi yah itu pak, saya selalu bingung mau usaha apa karena kalau lihat segala macam usaha kok udah ada yah. Oh iya, kemampuan yang saya miliki Cuma di hal-hal yang berbau tekhnik saja kalau membetulkan motor atau mobil sih saya bisa. Yang ingin saya tanyakan, kira-kira tips apa yah yang bisa diberikan kepada saya yang ingin mendirikan usaha ini. Banyak terima kasih pak.

Cornelius - Surabaya

_JAWABAN:_

Jujur ya mas, sebenarnya semua jenis usaha tuh jatuh-jatuhnya sama saja lho, yaitu bahwa apapun usaha itu, pasti punya peluang untuk berhasil dan terus berkembang. Jangan lupa bahwa apapun usahanya, faktor yang paling berperan penting didalam setiap usaha adalah faktor manusia didalamnya yang mengelola usaha tersebut. Percaya deh, kalau Anda sungguh-sungguh dalam mengelola usaha itu, wah mas.... nggak ada kata nggak mungkin kalau dari usaha itu nanti Anda bisa hidup makmur.

Contohnya gampanglah mas. Lihat aja, sekarang kayaknya orang sudah jenuh untuk membuka usaha wartel atau bengkel motor karena sudah terlalu banyak. Tapi dengan kelihaian dalam memilih lokasi yang strategis dan juga kepandaian dalam mengelola, masih banyak juga tuh usaha wartel yang bisa bertahan dan malah semakin maju. Jadi, yakin deh bahwa usaha yang bakal Anda jalankan nanti pasti juga bisa maju seperti mereka-mereka yang sudah mulai duluan.

Nah, sekarang usaha apa ya yang kira-kira cocok dengan Anda? Hmm, ada beberapa saran dari saya buat Anda untuk menentukannya. Pertama, mulai deh dari yang Anda suka. Anda bisa mulai membuka usaha yang sesuai dengan kesukaan atau hobi Anda, karena kalau Anda sudah suka ? wah - Anda tentu nggak akan cepat bosan dan mudah menyerah dalam menjalankannya kan? Bahkan mungkin hambatan-hambatan yang akan muncul di awal usaha Anda berdiri bisa jadi satu tantangan sendiri. Ya nggak?

Kedua, usaha bisa dimulai dari sesuatu yang Anda kuasai. Membuka usaha dengan sesuatu yang Anda kuasai juga bisa dilakukan. Seperti, Anda menguasai tentang mesin motor atau mobil. Nah, jangan lupa bahwa dengan menguasai teknik sesuatu, maka Anda tinggal menambahkannya dengan teknik berwirausaha. Seperti Anda bisa cari tahu, bagaimana caranya agar uang bisa datang dari penguasaan teknik itu. Dengan keahlian Anda, Anda bisa mendapatkan uang dengan menjual jasa montir.

Terakhir, usaha bisa dilakukan dengan menelusuri kemana saja selama ini uang Anda pergi. Contohnya, setiap pagi Anda membeli sarapan, lalu membeli kebutuhan rumah tangga dan pulang pergi Anda membayar uang untuk transport. Disini, Anda bisa meneliti satu persatu bagaimana uang tersebut berputar, yaitu kepada tukang penjual makanan, pengusaha rumah tangga dan sopir angkot. Mungkin ada celah dimana Anda bisa mengambil keuntungan dari berputarnya uang tersebut, seperti menjual beras kepada penjual sarapan Anda, menjual jasa kepada toko kelontong Anda atau menjual handuk kepada supir angkot Anda.

Selamat berwirausaha.

Salam,
Safir Senduk
Perencana Keuangan

Peluang Usaha lain juga bisa di dapatkan di :

www.dcparfum. com : Murah dan Original
www.rbusana. com : Murah, Mudah dan Berhadiah
www.amour-shop. com

7 CARA EFEKTIF DALAM BERKOMUNIKASI

Cara efektif dalam berkomunikasi

1. Hindari kesan memaksa
Ketika kita berkomunikasi hindari kalimat : “Kamu harus……” baiknya diganti dengan “Sebaiknya kamu…….” atau ”Maukah kamu......”

2. Fokus kepada solusi bukan masalah
Ketika berkomunikasi fokuskan kepada hal yang menjadi solusi bukan masalah. Contoh : Ketika makanan di rumah habis, tidaklah efektif jika kita berkata ”Aduh Lapar banget......” lebih baik kita berkata ”Yuuk, beli makanan di luar......”

3. Ubah ”kata tidak bisa ” menjadi ”bisa”
Ketika kita diminta untuk mengadakan pertemuan, lebih baik anda mengatakan ”Kita bisa mengadakan pertemuannya minggu depan” daripada berkata ”Kita tidak bisa ketemuan sampai minggu depan” walaupun dua kalimat dengan arti yang sama tapi estetikanya berbeda.

4. Ambil tanggung jawab dan jangan menyalahkan
Hindari kalimat ” Ini bukan salahku” lebih baik ganti dengan kalimat ” Apa yang bisa saya lakukan untuk memperbaikinya”

5. Katakan apa yang anda inginkan bukan yang tidak anda inginkan
Jika anda tidak ingin seseorang menyetir ngebut, lebih baik berkata ”Tolong bawa mobilnya hati-hati” daripada anda berkata ”Jangan bawa mobilnya terlalu kencang”

6. Fokus pada masa depan bukan masa lalu
Jika ada kesalahan teman anda daripada anda berkata “ Saya sudah bilang sebelumnya.....” lebih baik diganti dengan ” Mulai sekarang, kita.........”

7. Bagikan informasi bukan argumen
Hindari kalimat, ”Tidak, kamu salah......” lebih baik diganti dengan ”Saya ingin sepeti ini.......”

Selamat mencoba dan rasakan nikmatnya berkomunikasi...

NILAI SEBUAH KEPERCAYAAN

Dikisahkan, ada seorang pemuda yang dulunya hanya seorang office boy di sebuah perusahaan Jepang, tetapi sekarang ia telah berhasil menjadi seorang pengusaha sukses di bidang jasa.

Saat ditanya, bagaimana itu bisa terjadi, si pengusaha bercerita sambil bernostalgia. "Sebenarnya, pendidikan saya hanya SMP saja, itupun lulusan dari kampung. Saat diterima kerja sebagai pesuruh di kota besar ini, saya sangat senang sekali. Kata teman-teman di kantor, saya selalu bersemangat, murah senyum, dan siap membantu siapa saja yang memerlukannya. Bahkan bekerja lembur dan tidur di kantor pun, saya jalani dengan senang.

Tugas, yang pada mulanya hanya sebatas pesuruh, mengantar ini mengantar itu, menyediakan minuman, menyusun file-file, suatu hari meningkat menjadi pembantu adiministrasi saat ada anak kantor yang mengalami musibah dan tidak dapat menyelesaikan tugasnya, saya belajar mati-matian menggunakan komputer untuk membantunya mengetik.

Bos saya orang Jepang. Dan saya lah yang paling sering berada di ruangan bos, membantu dan menemaninya bekerja hingga malam hari. Perintah-perintah bos diucapkan dalam bahasa Jepang.

Pada awalnya saya tidak mengerti sama sekali. Dan, dari sanalah saya terpacu untuk belajar berbahasa Jepang. Karyawan dari Jepang yang bekerja di situ, sangat menghargai siapapun yang mau belajar bahasa mereka. Setiap hari, mereka mengajari sambil mentertawakan kebodohan saya jika salah dalam berucap kata. Oleh-oleh yang dibawa dari Jepang adalah buku-buku berbahasa Jepang yang saya minta.

Kira-kira empat tahun kemudian, tugas saya pun mengalami perubahan. Walaupun Tetap membantu serabutan, tetapi naik kelas menjadi asisten administrasi penghubung. Setiap ada tamu dari negeri sakura datang, saya yang menemani mereka menjadi penterjemah. Lama-kelamaan, saya dipercayai mengurus banyak hal, menghadap pejabat, menyampaikan pesan-pesan penting antar departemen dan sebagainya.

Sekian tahun kemudian, atas persetujuan dan bantuan Bos dan kepercayaan yang telah terbentuk selama ini, saya meminta izin untuk mengundurkan dan memulai usaha sendiri di bidang jasa, yakni mengurus berbagai perijinan hingga rekruting karyawan, khususnya untuk perusahaan Jepang yang hendak berinvestasi di Indonesia.

Bisnis saya bisa berkembang pesat seperti sekarang ini, tentu saja saya bersyukur atas semua ini, dan tetap belajar segala sesuatu agar bisnis saya terus berkembang dan berkembang.

Pembaca yang budiman,

Sebuah contoh proses perjuangan dari seorang karyawan yang biasa-biasa saja, sampai akhirnya bisa membangun usahanya sendiri dan sukses, namun semua itu tidak dia bangun dengan cara yang instan. Semasa masih menjadi karyawan, dia mau bekerja keras, jujur, dapat dipercaya, penuh tanggung jawab, dan mau belajar sesuatu yang baru serta pandai menempatkan diri sehingga kualitas karakternya yang positif itulah yang merubah nasibnya.

Sama halnya jika kita ingin berhasil. Mari kita mulai dari dimana kita berada saat ini. Belajar dan bekerja dengan sungguh-sungguh, mampu menjaga sekecil apapun kepercayaan yang diberikan.

Begitu integritas kita terbangun, maka apapun yang kita tekuni, lambat atau cepat pasti akan mendapat tempat dan pasti kesuksesan demi kesuksesan akan segera datang menyusul.

Oleh Andrie Wongso

MEMBANGUN PRIBADI PANTANG MENYERAH

“Barang siapa mengerjakan amal saleh, baik laki-laki ataupun perempuan dalam keadaan beriman, niscaya Kami hidupkan dia dengan kehidupan yang baik dan Kami balasi mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl: 97).

Allah telah menciptakan alam dan isinya berpasang-pasangan, sehingga melahirkan hukum tarik menarik antara satu dengan yang lainnya. Artinya kondisi alam ini akan selalu dinamis sesuai dengan kehendak-Nya. Begitu juga halnya dengan kehidupan manusia, akan mengalami rotasi (perputaran) antara di bawah–di atas; sukses-tidak sukses; bahagia-susah, dll. Begitu juga dengan iman kita. Iman bisa datang dan pergi, naik dan turun.

Ibnu Mas’ud mengatakan, “Sesungguhnya jiwa manusia itu mempunyai saat dimana ia ingin beribadah dan ada saat dimana enggan beribadah.” Diantara dua keadaan itulah manusia menjalani kehidupan ini. Dan diantara dua keadaan itu pula nasib manusia ditentukan.

Dalam arti lain, semakin seseorang berada dalam iman yang rendah, maka besar kemungkinan dalam kondisi ini akan mengakhiri hidupnya. Demikian sebaliknya, jika seseorang semakin sering berada pada kondisi iman yang tinggi, maka semakin besar peluangnya memperoleh akhir kehidupan yang baik. Pertanyaannya, bagaimana cara mewujudkan kondisi pribadi yang berujung kebaikan, pribadi yang pantang menyerah tersebut?

Pribadi pantang menyerah (tangguh) adalah tidak lain sebutan bagi pribadi yang tidak merasa lemah terhadap sesuatu yang terjadi dan menimpanya. Pribadinya menganggap sesuatu yang terjadi itu dari segi positifnya. Ia yakin betul bahwa sekenario Allah itu tidak akan meleset sedikit pun.

Pribadi pantang menyerah dan tangguh ini, tidak lain adalah pribadi yang memiliki kemampuan untuk bersyukur apabila ia mendapat sesuatu yang berkaitan dengan kebahagiaan, kesuksesan, medapat rezeki, dll. Sebaliknya, jika ia mendapati sesuatu yang tidak diharapkannya, entah itu berupa kesedihan, kegagalan, mendapat bala bencana, dll., maka ia memiliki ketahanan untuk selalu bersabar. Dan pribadi seperti ini memposisikan setiap kejadian yang menimpanya adalah atas ijin dan kehendak Allah. Ia pasrah dan selalu berusaha untuk bangkit dengan cara mengambil pelajaran dari setiap kejadian tersebut.

Pribadi pantang menyerah ini bukan saja semata-mata dilihat secara fisik. Tetapi lebih-lebih dan yang lebih penting justru adanya sifat positif dalam jiwanya yang begitu tangguh dan kuat.

Seseorang menjadi kuat, pada dasarnya karena mentalnya kuat. Seseorang menjadi lemah, karena mentalnya lemah. Begitu juga, seseorang sukses, karena ia memiliki keinginan untuk sukses. Dan seseorang gagal, karena ia berbuat gagal. Dalam hal ini, ada hadist Nabi yang menyebutkan bahwa: “Orang mukmin yang kuat lebih disukai dan lebih baik dari mukmin yang lemah.” Jadi, manusia tangguh dam kuat itu, sudah seharusnya menjadi cita-cita kita dalam rangka mengabdi kepada Allah.

Dalam konteks ini, dapat disebutkan bahwa kesuksesan menurut pandangan Alquran itu memiliki dua syarat pokok. Yakni iman dan ilmu (QS. 58: 11). Kedua hal ini, kalau kita kaji secara rinci, jelas-jelas memiliki pengaruh sangat besar dalam kehidupan manusia.

Dengan kuatnya iman seseorang, maka ia akan sangat berpengaruh terhadap kualitas kehidupan manusia. Menurut M. Ridwan IR Lubis (1985), ada tiga pengaruh iman tersebut, yaitu berupa: kekuatan berpikir (quwatul idraak), kekuatan fisik (quwatul jismi), dan kekuatan ruh (quwatur ruuh).

Sedangkan menurut M. Yunan Nasution (1976), mengungkapkan pengaruh iman terhadap kehidupan manusia itu berupa: iman akan melenyapkan kepercayaan kepada kekuasaan benda; menanamkan semangat berani menghadapi maut; membentuk ketentraman jiwa; dan membentuk kehidupan yang baik.

Untuk mencapai dampak dari kekuatan iman itu, kuncinya terletak pada pribadi kita masing-masing. Dan kalau kita cermati, sebenarnya pembentukan sifat pribadi pantang menyerah dan tangguh ini adalah berawal dari sifat optimisme yang menyelimuti pola pikir orang tersebut.

Menyikapi keadaan seperti saat ini, kita seharusnya tidak menjadi pesimis dan berserah diri. Kita harus optimis dan selalu berusaha untuk mencapai yang terbaik dalam hidup ini. Sehingga untuk menjadikan pribadi pantang menyerah dan tangguh ini, maka dalam diri kita harus tertanam sikap optimis, berpikir positif, dan percaya diri.

Setiap manusia harus memiliki optimisme dalam menjalani kehidupan ini. Dengan sikap optimis, langkah kita akan tegar menghadapi setiap cobaan dan menatap masa depan penuh dengan keyakinan terhadap Sang Pencipta. Karena garis kehidupan setiap manusia sudah ditentukan-Nya. Tugas kita adalah hanya berusaha, berpikir dan berdoa agar sesuai dengan ridho-Nya.

Setelah kita mampu bersikap optimis, lalu pola pikir kita juga harus dibiasakan berpikir secara positif dan percaya diri. Berpikir positif kepada siapa? Pertama, berpikir positif kepada Allah. Setiap kejadian, peristiwa dan fenomena kehidupan ini pasti ada sebab musababnya. Tugas kita, hanya berpikir dan membaca. Ada apa dibalik semua itu? Lalu, kita mengambil pelajaran dari kejadian itu dan selanjutnya mengamalkan yang baiknya dalam perilaku keseharian.

Kedua, berpikir positif terhadap diri sendiri. Setiap manusia, dilahirkan sebagai pribadi yang unik. Karena bagaimanapun wajah dan sifat kita mirip dengan orang lain. Tapi, yang jelas ada saja perbedaan antara keduanya.

Sifat dan pribadi unik itu, harus kita jaga. Itu adalah potensi positif, modal dasar untuk mencapai keleluasaan langkah kita menuju ridho-Nya. Bagaimana orang lain akan menjunjung kita, kalau diri kita sendiri meremehkan dan tidak ‘mengangkatnya’.

Selain itu, kita juga harus yakin bahwa kita dilahirkan ke dunia ini sebagai sang juara, the best. Fakta membuktikan, dari berjuta-juta sel sperma yang disemprotkan Bapak kita, tetapi ternyata yang mampu menembus dinding telur Ibu kita dan dibuahi, hanya satu. Itulah kita, ‘sang juara’. Hal ini, kalau kita sadari akan menjadi sebuah motivasi luar biasa dalam menjalani hidup ini.

Ketiga, berpikir positif pada orang lain. Orang lain itu, manusia biasa sama dengan kita. Dia mempunyai kesalahan dan kekhilafan. Yang tentu hati nuraninya tidak menghendakinya. Pandanglah, orang lain itu dari sisi positifnya saja dan menerima sisi negatifnya sebagai pelajaran bagi kita.

Belajarlah dari seekor burung Garuda. Ia mengajarkan anaknya untuk terbang dari tempat yang tinggi dan menjatuhkannya. Lalu jatuh, diangkat lagi dan seterusnya sampai ia bisa terbang sendiri. Hati Garuda juga bersih, tidak mendendam. Ia kalau waktunya bermain ‘cakar-cakaran’. Tapi, kalau diluar itu ia akur, damai kembali.

Keempat, berpikir positif pada waktu. Setiap manusia diberi waktu yang sama, dimana pun dia berada. Sebanyak 24 jam sehari atau 86.400 detik sehari. Waktu itu, ingin kita apakan? Kita gunakan untuk tidur seharian, kerja keras, mengeluh, berdemontrasi, bergunjing, santai, menuntut ilmu, menolong orang lain, melamun, ibadah, dan lainnya. Waktu itu tidak akan protes.

Yang jelas, setiap detik hidup kita akan diminta pertanggung jawabannya kelak, di hadapan Allah SWT. Bagi mereka yang biasa mengisi waktunya dengan amal-amalan saleh dan berada dalam keimanan, maka ia akan memperoleh kehidupan yang lebih baik. Allah berfirman, yang artinya: “Barang siapa mengerjakan amal saleh, baik laki-laki ataupun perempuan dalam keadaan beriman, niscaya Kami hidupkan dia dengan kehidupan yang baik dan Kami balasi mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl: 97).

Untuk memaksimalkan sikap positif pada diri seseorang, lebih-lebih sebagai pembentuk pribadi yang pantang menyerah, tangguh, ‘tahan banting’, sabar dan istiqomah pada jalan-Nya. Tentu perlu dibagun pula dengan kebiasaan positif.

Semoga tulisan ini menjadi bahan penilaian terhadap diri kita sendiri, terutama kaitannya dengan keinginan pembentukan pribadi yang pantang menyerah. Dan kita berdoa, semoga Allah memberi kemampuan terhadap kita untuk membangun pribadi yang tangguh dan pantang menyerah sesuai tuntutan-Nya. Amin. Wallahu a’lam.

***

Arda Dinata, adalah praktisi kesehatan, pengusaha inspirasi, pembicara, trainer, dan motivator di Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia.
E-mail: arda.dinata@gmail.com
Hp. 081.320.476048.
http://www.miqra.blogspot.com