Sabtu, 21 Juni 2008

5 Kesalahan Umum di Bisnis

Ada lima kesalahan yang dilakukan dalam bisnis: meremehkan modal, meremehkan komitmen, tidak ahli, tidak peduli terhadap nilai produk dan tidak mendelegasikan.
Tak ada seorang pun yang sempurna. Kalimat macam ini hampir semua orang mengetahui. Tapi, banyak di antara mereka melakukan beberapa kesalahan padahal, sukses dalam bisnis, bagaimana meminimalisasi membuat kesalahan. lngat saja, profesional yang sukses di bisnis, berusaha tidak melakukan kesalahan. Apalagi membiarkan kesalahan itu, hingga menggerogoto imipiannya.

Karena itu, seperti ditulis oleh Sam Silverstein dalam online entreprenuer, menyebut ada lima kesalahan dalam membangun sebuah bisnis. Sam dikenal sebagai konsultan bisnis yang banyak menulis buku. Berikut pandangannya tentang lima kesalahan tersebut:

1. Meremehkan modal
Dalam memulai dan membangun bisnis, tentu dibutuhkan sejumlah modal. Sebab tak ada seorangpun tahu kapan persisnya bisnis itu profit. Artinya, seluruh proyeksi penjualan dan financial tidak akan berguna jika satu hari saja Anda tidak memiliki uang. Jadi, buatlah kemungkinan skenario terburuk. Lalu, bertemulah dengan banyak orang, belajarlah dari kekeliruan mereka, terutama tentang pengalaman mereka mendatangkan suntikan modal. Ataupun sumber-sumber pembiayaan. Alangkah baiknya, persiapkan modal yang melebihi kebutuhan anda. Dengan begitu. bisnis tetap terjaga.

2. Meremehkan komitmen
Sukses ditentukan sejauh mana komitmen Anda? Tentu saja, setiap orang, selalu melakukan apa saja demi kesuksesan. Ternyata, banyak orang berhenti saat mendapatkan cobaan. Di sinilah pentingnya kekuatan mental dan emosional yang membuat Anda tetap bertahan.
Karena itu. Peliharalah emosional, tetaplah pada komitmen, misal bekerja keras walaupun dampaknya terlihat masih kecil. Atau lakukan pengorbanan pribadi dalam bekerja? Maka temuilah mentor atau konsultan lain yang berpengalaman Semenit pun jangan berpikir itu mudah bagi Anda.

3. Tidak ahli
Mereka yang gagal di bisnis, secara sederhana karena tidak memiliki keahlian. Memang, mereka mengetahui tentang seluk beluk produk. Tapi, soal penjualan, pelayanan, akunting, manajemen, keterampilan mereka masih minim. Bukan rahasia lagi, mereka yang terjun ke bisnis berangkat dari kegemaran terhadap produk atau jasa tertentu. Tapi, mereka tidak punya pengalaman dan ahli dalam bisnis.
Makanya, siapkan uang dan waktu untuk pengetahuan produk. Ini bias diperoleh lewat universitas, konsultan maupun asosiasi perdagangan. Pendidikan adalah kunci terakhir melanjutkan pertumbuhan dan sukses bisnis Anda.

4. Tidak peduli nilai produk
Apa nilai dari produk dan lasa Anda? Umumnya mereka meremehkan nilai sebuah produk. Bahkan, dalam beberapa kasus, kalangan profesional juga salah Persepsi terhadap nilai riil produk dan jasa. Padahal, semakin besar nilai produk tersebut kian besar kesempatan membangun bisnis yang fantastis. Nilai produksi baru bertambah baik lagi, bila dapat memenuhi kebutuhan potensi klien (konsumen). Apalagi bila produk itu dapat memecahkan problem kebutuhan klien, dan intensitasnya makin tinggi, itu adalah sebuah track record yang baik.

5. Tidak Mendelegasikan
Sebagai entrepreneur, paling penting jangan sampai aktivitas dan tugas harian Anda, mengurangi produktivitas. Disini, lakukanlah apa yang menurut Anda terbaik. Misal, apakah nilai waktu Anda? Apakah itu yang Anda lakukan, atau Anda dapat melakukan lebih baik dibanding orang lain? Atau, Anda dapat Melatih orang lain untuk melakukannya? Anda hanya dilibatkan dalam aktivitas yang hasilnya tinggi, aktivitas yang hanya Anda dapat melakukannya atau aktivitas yang dapat mengembalikan porsi terbesar waktu Anda. Jadi, delegasikan segala sesuatunya. Ini jadi salah kunci terpenting dalam membangun sebuah perusahaan yang sukses.

Jadi, pikirkanlah itu. Bila Anda mengabiskan 10 persen waktu terhadap aktivitas yang ringgi. Bagaimana pertumbuhan itu berjalan cepat? Apa yang terjadi, jika Anda mendelegasikan sehingga menghabiskan waktu 70 persen atas aktivitas yang hasilnya tinggi? Jadi, lihatlah daftar harian tugas Anda untuk membuat sebuah perubahan. Sekarang, lakukanlah itu, jangan ditunda-tunda lagi.


Tidak ada komentar: