Mari kita hadapi saja. walaupun banyak salesman profesional di dunia saat ini, kita yang bekerja dibagian penjualan memiliki kesan umum yang buruk. Apa yang ada dalam pikiran Anda saat Anda memikirkan salesman yang "tipikal"? Sama dengan Anda, bahkan saya juga memiliki adanya gambaran mental seorang pria yang berisik dan memakai setelan kotak-kotak dalam perjalanannya kearena balap. Anda tahu tipe ini, orang yang cepat dengan lidah bercabang. Jika saya berpikir seperti ini, bayangkan apa yang dipikirkan orang lain.
Sayangnya, sudah menjadi bagian dari budaya kita untuk melihat saleman sebagai orang yang ceroboh dan penuh siasat - hal ini dimulai ketika tukang-tukang obat penjual minyak ular kepada para penduduk peritis dari Barat. "saya akan menunjukan apa yang akan saya lakukan!" adalah kata-kata yang mereka teriakan dan bangsa yang penuh teriakkan dan bangsa penuh kewaspadaan dan kecurigaan segera menyadari bahwa salesman jarang menepati janji mereka. Kata latin caveat emptor("biarkan waspada") dituliskan dalam buku teks lama untuk memperingatkan agar tidak mempercayai salesman. Citra penjaja minyak ular tersebut makin diperkuat dengan penggambaran dipanggung dan layar film sebagai karakter yang berbicara cepat, suka membanyol dan sebaliknya lusuh dan menjengkelkan. Bahkan salah satu pemain sandiwara terbaik di negara Amerika, P.T. Barnum, dikutip atas ucapannya, "selalu ada orang berengsek yang lahir tiap menit."Sementara barnum, dengan ketenaran Barnum & Bailey Circus-nya , menyangkal keras telah membuat pernyataan itu, frase tersebut selalu digunakan hingga saat ini. Sepengetahuan saya, tidak ada salesman di masa lalu yang bisa di gunakan sebagai contoh panutan yang positif bagi generasi muda.
Sayangnya, sudah menjadi bagian dari budaya kita untuk melihat saleman sebagai orang yang ceroboh dan penuh siasat - hal ini dimulai ketika tukang-tukang obat penjual minyak ular kepada para penduduk peritis dari Barat. "saya akan menunjukan apa yang akan saya lakukan!" adalah kata-kata yang mereka teriakan dan bangsa yang penuh teriakkan dan bangsa penuh kewaspadaan dan kecurigaan segera menyadari bahwa salesman jarang menepati janji mereka. Kata latin caveat emptor("biarkan waspada") dituliskan dalam buku teks lama untuk memperingatkan agar tidak mempercayai salesman. Citra penjaja minyak ular tersebut makin diperkuat dengan penggambaran dipanggung dan layar film sebagai karakter yang berbicara cepat, suka membanyol dan sebaliknya lusuh dan menjengkelkan. Bahkan salah satu pemain sandiwara terbaik di negara Amerika, P.T. Barnum, dikutip atas ucapannya, "selalu ada orang berengsek yang lahir tiap menit."Sementara barnum, dengan ketenaran Barnum & Bailey Circus-nya , menyangkal keras telah membuat pernyataan itu, frase tersebut selalu digunakan hingga saat ini. Sepengetahuan saya, tidak ada salesman di masa lalu yang bisa di gunakan sebagai contoh panutan yang positif bagi generasi muda.
Saya tidak bermaksud untuk memberi penilaian citra yang bertahan itu ada karena fakta atau mitos. Bagaimanapun, saya tahu bahwa orang-orang yang menjadi pendahulu kita dalam bidang penjualan mewariskan banyak sekali rintangan yang kita hadapi. Misalnya, dibidang saya khususnya, rumah dijual sama seperti kuda pada seratus tahun yang lalu. Bahkan, orang Amerika masih "berjual-beli kuda" ketika membeli rumah. pada saat ini, tidak banyak orang yang membeli rumah sesuai dengan harga yang di tetapkan. Padahal, dihampir semua bidang penjual ritel lain, harga yang di tetapkan tidak bisa dinegosiasi. Tapi, sudah menjadi tradisi Amerika untuk menawar harga rumah-dan jika tawar menawar harga diluar kemampuan Anda, Anda pasti akan hancur. Saya menyebutkan bisnis rumah agar Anda tahu apa yang saya hadapi. Saya harus mengatasi banyak halangan yang berhubungan dengan kesan buruk salesman rumah. Secara pribadi, saya belajar untuk menghindari rintangan agar saya tidak tersandung. Rintangan yang sama tersebut kemudian bisa menjadi tantangan bagi persaingan saya. Saya percaya bahwa salesman yang baik harus menghadapi semua keadaan yang merugikan dan mengubahnya menjadi tantangan yang kemudian menjadi keuntungan. Jadi, ketika orang datang keruang pamer saya dengan penuh waspada, berjaga-jaga bertemu salesman yang licik dan penuh tipu daya, tapi saya yang akan menunjukan kesan yang amat jauh berbeda dari apa yang antisipasi.Itu karena saya ingin membantu mereka dan saya ingin menjual sesuatu yang bagus pada mereka. Ketulusan dan keyakinan saya tampak dan penolakan mereka terhadap penjualan segera hilang. Oleh karena itu, saya dipandang sebagai seseorang yang berbeda. "Anda, Anda tidak seperti salesman yang lain. Saya suka berbisnis dengan Anda."
Jadi, citra buruk yang dimiliki orang terhadap salesman tidak perlu menjadi kesan yang mereka miliki terhadap Anda. Jika Anda mampu mengubah citra itu, keadaan akan menguntungkan Anda karena Anda naik satu tingkat lebih tinggi di atas pesaing Anda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar