Sabtu, 26 Juli 2008

PENOLAKAN

"Sebuah penolakan seringkali hanya merupakan indikator mengenai kriteria standar dan selera dari pihak yang melakukan penolakan tersebut, jadi bukanlah menunjukkan kualitas ataupun siapa diri kita sebenarnya"

Interpretasi:
Apakah Anda pernah ditolak? Mungkin kebanyakan dari kita pernah merasakan penolakan cinta barang 1 atau 2 kali semasa muda dulu, saat pernyataan cinta ternyata tidak disambut positif, seseorang merubah sikapnya secara drastis, dari suka berubah benci, harapan menjadi hujatan, dan bahkan dendam hingga perasaan rendah diri menganggap kualitas diri telah dihancurkan pihak lain.

Bagi mereka yang tengah mencari pekerjaan, penolakan lamaran pekerjaanpun seringkali bernasib sama, diawali semangat membara ingin berbakti untuk sebuah perusahaan yang diharapkan, berubah menjadi kekesalan dan sikap antipati setelah lamaran tidak digubris dan tak kunjung datang jawaban yang diharapkan.

Apa yang perlu diketahui mengenai hal ini? Ternyata sebuah penolakan kadang tidak menunjukkan siapa diri kita sebenarnya, sebaik apa kualitas diri kita, apalagi menurunkan dan mengurangi standar diri yang dimiliki, karena ternyata berbagai penolakan sekedar menunjukkan seperti apa selera, kriteria & kondisi persepsi dari pihak lain, yang ternyata seringkali tidak ada hubungannya dengan kualitas diri kita sendiri. Jadi dapat dikatakan penolakan adalah masalah extern, dan bukan masalah intern (walau terkadang kita pun perlu introspeksi secara internal, apakah apa yang kita tawarkan memang sudah memadai adanya)

Apa yang perlu dilakukan mengenai hal ini? dengan mengetahui bahwa sebuah penolakan adalah peristiwa eksternal, maka kita dapat berpikir lebih jernih, bersikap lebih 'gentle', dan lepas dari segala pemikiran yang merendahkan diri sendiri apalagi menyimpan rasa ketidakpuasan dalam diri yang akhirnya akan merusak diri sendiri secara perlahan. Tips ini dapat Anda terapkan pada berbagai aspek kehidupan, apakah pada hubungan cinta, pekerjaan, proposal kerja sama, penawaran bisnis, dan banyak lagi. Hal ini saya ketahui & terapkan kurang lebih sejak 7 tahun lalu, disaat puluhan resume saya ke berbagai perusahaan iklan ternama ditanggapi dingin bahkan kebanyakan tidak mendapat respon apapun (dan ternyata penolakan ini mengantarkan saya untuk dapat bekerja di 2 biro iklan terbesar di tanah air), belum lagi terbilang puluhan proposal penawaran jasa yang mungkin berakhir di keranjang sampah calon klien, dan juga berbagai penolakan dalam aspek kehidupan pribadi, yangsebelum kesadaran akan penolakan sebagai peristiwa eksternal terbentuk,berbagai pemikiran, sikap dan emosi negatif cenderung menguasai akal sehat dan merugikan diri sendiri.

Jadi, selamat berintrospeksi dan memperbaiki pilar pondasi pola pikir Anda bila saat ini Anda masih terbelenggu dengan penolakan yang masih Anda anggap sebagai peristiwa 'internal', bebaskan diri Anda agar dapat membuka pintu peluang yang lebih baik lagi dengan sikap positif penuh pengharapan.



Salam Sukses selalu untuk Anda!
STORY KERAPU_06

Tidak ada komentar: